BolaSkor.com - Sudah dua tahun PSIS Semarang menginjakkan kaki di persaingan Liga 1 tanah air. Titel tim promosi yang pernah menempel pada tahun 2018 mulai memudar setelah sukses bertahan di kasta tertinggi dan menjadi pembuktian skuat Mahesa Jenar.

Kali ini Harinur Yulianto dkk. layak sejajar dengan tim Liga 1 yang lain dan nama besar PSIS kembali bersinar di Liga 1 saat ini.

Sempat terpuruk di awal kompetisi Liga 1 2018 dan menempati zona degradasi, namun perombakan besar dilakukan dari mengganti pelatih dan merekrut pemain berkualitas.

Hingga akhirnya putaran kedua, posisi PSIS perlahan naik dari hasil kemenangan di beberapa laga. Target sebagai pendatang baru untuk finis peringkat 10 terpenuhi dan terwujud.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Semen Padang

Klub yang berdiri sejak 1932 ini merupakan salah satu kesebelasan yang memiliki sejarah panjang dan nama besar di era perserikatan. Gelar juara pada tahun 1987 pernah diraih, ketika itu PSIS Semarang yang diperkuat legenda Ribut Waidi meredam Persebaya Surabaya 1-0 pada partai final Kompetisi Perserikatan PSSI dengan gol semata wayang yang dicetak Syaiful Amri.

Prestasi kembali didapatkan ketika PSIS menjadi juara Liga Indonesia 1999, usai menang tipis atas Persebaya 1-0, melalui gol Tugiyo di Stadion Klabat Manado. Sementara pada 2006, PSIS menjadi runner-up Liga Indonesia setelah dikalahkan Persik Kediri, yang menjadi juara.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Perseru Badak Lampung FC

Di even pramusim, tim dengan pendukung setianya yaitu Panser Biru dan Snex meraih runner-up Piala Emas Bang Yos (PEBY) yang terakhir, diadakan di Jakarta 2006.

Jalan berliku kembali harus dihadapi PSIS ketika musim 2009 harus turun kasta ke Divisi Utama. PSIS naik kasta ke Liga 1, usai menang atas Martapura FC 6-4, pada laga perebutan tempat ketiga Liga 2 2017 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Selasa 28 November 2017.

Untuk kandang PSIS tahun ini masih tetap di Stadion Moch Soebroto Magelang. Sudah dua tahun stadion yang menjadi markas PPSM Magelang menjadi rumah sementara tim asuhan Jafri Sastra. Ini karena Stadion Jatidiri Semarang masih direnovasi dan kemungkinan selesai pada 2020.