BolaSkor.com - Berdiri pada 2 November 1915, PSM Makassar menjadi klub tertua di Indonesia. Makassar Voetbal Bond (MVB) sebagai embrio skuat yang kini memiliki julukan Juku Eja, Ayam Jantan dari Timur, dan Pasukan Ramang.

Saat bernama MVB pada periode 1926-1940, tim ini diperkuat para pribumi dan sudah melakoni sejumlah pertandingan, baik melawan tim dalam maupun luar negeri.

Namun pada 1942, MVB sempat tenggelam menyusul kedatangan pasukan Jepang di Makassar. Saat itu orang-orang Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap, sedangkan pemain-pemain pribumi dijadikan romusa.

Sikap Jepang yang memusnahkan segala yang berbau Belanda itu pula yang membuat MVB berganti nama menjadi PSM. Apalagi Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia untuk mencari dukungan.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Arema FC

PSM Makassar
Selebrasi PSM Makassar di kandang Kaya FC. (Media PSM)

Pada tahun 50-an, PSM menuju pulau Jawa dan berhubungan dengan PSSI, yang berdiri 1930. Bintang-bintang bermunculan dari PSM, salah satu yang paling fenomenal Ramang, yang kemudian menjadi ikon PSM Makassar.

PSM Makassar pertama kali menjadi juara pada kompetisi perserikatan edisi 1957. Empat gelar juara perserikatan diraih lagi masing-masing-masing pada 1957–59, 1964–65, 1965–66, 1991–92. Status sebagai runner-up tiga kali disandang masing-masing pada 1951, 1959-60, 1964, dan 1993-94.

Sepanjang penyelenggaraan kompetisi perserikatan (1931-1994), PSM kalah mentereng dari Persija Jakarta (VIJ), Persis Solo, Persebaya Surabaya (SIVB), Persib Bandung yang tercatat sudah ambil bagian sejak tahun 30-an.

PSM Makassar juga hanya sekali merasakan titel juara. Itu terjadi di Divisi Utama 1999-2000. Setelah itu, PSM puasa gelar di kompetisi resmi nasional.

Prestasi terbaik PSM menjadi runner-up di Divisi Utama 2001, 2003, 2004. Artinya 18 tahun lamanya PSM tak merasakan kampiun di pentas kompetisi resmi Indonesia.