BolaSkor.com - Kompetisi Liga 1 2020 akan menjadi ujian berat bagi Barito Putera. Dengan kombinasi pemain senior dan muda, mereka berjuang untuk tetap eksis di kasta tertinggi, sekaligus menjaga mertabat persepak bolaan Kalimantan Selatan.

Selama ini persepak bolaan Kalimantan Timur lebih dipandang. Ini karena keberadaan Borneo FC Samarinda, Mitra Kukar, dan Persiba Balikpapan.

Sebelum itu ada juga Persisam Samarinda dan Putra Samarinda. Namun, Kalimantan Selatan bersama klub Barito merupakan raksasa yang kini mulai bangun kembali. Barito merupakan satu dari sedikit klub jebolan Galatama yang masih eksis.

Klub yang berdiri pada tahun 1988 ini sempat mengalami krisis finansial pada 2003 lalu. Kondisi itu sempat membuat prestasi Barito merosot dan terdegradasi ke kasta kedua. Kebangkitan mereka baru terjadi pada musim kompetisi 2011/2012. Setelah bertahun-tahun berkutat di kasta kedua, Barito Putera akhirnya kembali ke kasta tertinggi.

Momentum itu terjadi di Stadion Manahan Solo pada 8 Juli 2011. Barito menjadi juara Divisi Utama versi PT Liga Indonesia setelah mengalahkan Persita Tangerang 2-1 lewat gol Sugeng Wahyudi dan Sackie Teh Dou. Setelah itu, Barito mulai eksis di kasta tertinggi hingga sekarang.

Prestasi Barito Putera merosot pada kompetisi Liga 1 2019. Setelah musim 2018 mengakhiri musim di peringkat sembilan, musim lalu sempat masuk zona degradasi. Akhirnya pada akhir musim, Barito Putera berada di peringkat ke-13 dengan koleksi 43 poin, hasil 11 kemenangan, 10 hasil seri dan 13 kekalahan.

Baca Juga:

Profil Tim Liga 1 2020: Arema FC

Profil Tim Liga 1 2020: Persib Bandung

Barito Putera
Persib Bandung Vs Barito Putera. (BolaSkor.com/Gigi Gaga)

Perombakan besar-besaran langsung terjadi pada musim ini. Barito Putera mendatangkan cukup banyak muka baru, baik lokal maupun asing. Kehadiran OK John bisa menjadi kekuatan baru di sektor belakang. Dia berpotensi diduetkan dengan Cassio de Jesus.

Ada pula Ambrizal Umanailo dan Ilham Udin. Dua pemain ini bisa menjadi kekuatan baru di sektor sayap. Ambrizal dan Ilham Udin sama-sama pemain bertenaga ekstra dan punya kecepatan.

Paling menarik adalah kehadiran tiga pemain asing, yakni Danilo Sekulic, Yashir Pinto dan Aleksandar Rakic. Tiga pemain ini bisa menjadi perubahan di sektor tengah dan depan. Rakic sudah terbukti pernah jadi top skor Liga 1 2018.

Barito Putera
Persib Bandung Vs Barito Putera. (BolaSkor.com/Gigi Gaga)

Tak kalah dinanti adalah aksi Bagas Kaffa, Bagus Kahfi dan Kahar Musakkar. Bagas dan Bagus terbukti jadi kekuatan utama di Timnas Indonesia U-19. Sementara Kahar musim lalu tampil mengesankan bersama Barito Putera U-20. Dia jadi kekuatan lini depan, hingga mengantarkan Barito Putera jadi finalis Elite Pro Academy U-20 2020.

Namun, mereka juga kehilangan pemain-pemain yang musim lalu jadi kekuatan utama. Mulai Rony Beroperay, Paulo Sitanggang, Gavin Kwan Adsit, Evan Dimas Darmono dan Samsul Arif Munip. Tentu saja Barito Putera harus berpikir keras untuk mencari pengganti peran mereka.

Selain dari lapangan, dari bench ada sosok Djadjang Nurdjaman. Musim ini menjadi kesempatan kedua bagi Djanur, sapaan akrabnya, bersama Barito Putera. Musim lalu, Djanur sukses menyelamatkan Barito Putera dari jerat degradasi. Djanur diharapkan lebih berprestasi pada musim kedua.