BolaSkor.com - Tiga tahun sudah PSIS Semarang menginjakkan kaki dipersaingan Liga 1 tanah air. Tim yang berasal dari Ibukota Jawa Tengah ini membuktikan bisa bersaing dan tetap berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Perjalanan dan perjuangan skuat Mahesa Jenar pada musim 2019, juga cukup berat. Sempat berada di papan tengah pada putaran pertama, namun akhirnya terpaksa finis di posisi 14 klasemen pada musim kemarin. Target awal finis posisi delapan klasemen terpaksa harus dikubur pada musim tersebut.

PSIS Semarang berdiri sejak 1932 dan memiliki sejarah panjang serta nama besar di era perserikatan. Gelar juara tahun 1987 pernah diraih, ketika itu PSIS diperkuat legenda Ribut Waidi, usai meredam Persebaya Surabaya 1-0 di partai final Kompetisi Perserikatan PSSI. Gol semata wayang dicetak Syaiful Amri.

Baca Juga:

Nama TIRA-Persikabo Berubah Jadi Persikabo 1973, Begini Kronologinya sehingga Bisa Disahkan Asprov Jabar

Luizinho Passos Bikin Teja Paku Alam Pede Bawa Persib Maksimal di Liga 1 2020

Prestasi kembali didapatkan ketika PSIS menjadi juara Liga Indonesia 1999, usai menang tipis atas Persebaya 1-0, melalui gol Maradona asal Purwodadi Tugiyo di Stadion Klabat Manado.

Pada 2006 PSIS terpaksa menjadi runner-up Liga Indonesia dan gelar juara direbut Persik Kediri pada waktu itu. Untuk even pramusim, tim dengan pendukung setianya yaitu Panser Biru dan Snex meraih runner-up Piala Emas Bang Yos (PEBY) yang terakhir, diadakan di Jakarta 2006.

Nasib tragis harus dialami PSIS ketika musim 2009 harus turun kasta, ke Divisi Utama. 2017 PSIS naik kasta Liga 1, usai menang atas Martapura FC 6-4, pada laga perebutan tempat ketiga Liga 2, 2017, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Selasa 28 November 2017.

skuat PSIS Semarang
Skuat PSIS Semarang menyambut musim 2020. (BolaSkor.com/Ahmad Rizal)

Untuk homebase PSIS tahun 2020, Wallace Costa dkk. berencana kembali bisa berkandang di Semarang. Sambil menunggu rampungnya renovasi Stadion Jatidiri Semarang pada tahun 2021, pihak manajemen mendaftarkan beberapa stadion yang bisa menjadi kandang yaitu Stadion Moch Soebroto Magelang, Stadion Citarum Semarang, dan Stadion Kebondalam Kendal. Perbaikan serta melengkapi kekurangan beberapa stadion dilakukan hingga saat ini, untuk memenuhi aturan yang ditentukan operator PT Liga Indonesia Baru.

Persiapan tim musim 2020 dapat dikatakan mepet. Waktu efektif yang dimiliki hanya sekitar satu bulan sampai kick-off Kompetisi Liga 1 2020, 29 Februari 2020. Latihan perdana sudah dilakukan akhir Januari kemarin.

Meski demikian pelatih PSIS Dragan Djukanovic optimistis dengan tim yang dibesutnya ini. Apalagi hampir 90 persen komposisi pemain musim 2019 masih tetap dipertahankan.

Baca Juga:

Liga 1 2020 Ada 306 Laga: 188 Pertandingan Disiarkan Secara Langsung dan Eksklusif

Bali United Tak Ingin Buat Irfan Bachdim Terpuruk

Tiga asing musim lalu masih bersama, seperti bek tengah Wallace Costa, gelandang Jonathan Cantillana, dan striker Bruno Silva yang didatangkan kembali pada putaran kedua musim 2019 kemarin. Ini menjadi tahun ketiga Bruno Silva berkaos Mahesa Jenar.

Sedangkan satu asing rekrutan baru ada eks striker Semen Padang Flavio Beck Junior. Selain itu ada pemain lokal baru seperti eks Persebaya Fandi Eko Utomo, eks Kalteng Putra Abanda Rahman, eks Persela Lamongan M Ridwan, eks Bhayangkara FC Mahir Raja dan pemain Timnas Indonesia U 19 Alfeandra Dewangga. Dua kali ujicoba sudah dilakukan PSIS yaitu melawan tim dari kasta Liga 3, dan PSIS U 20.