BolaSkor.com - TIRA-Persikabo begitulah namanya. Meski berkeinginan berganti nama menjadi Persikabo 1973, nama TIRA-Persikabo akan tetap digunakan di Liga 1 2020.

Tim ini berdiri sebagai hasil dari konflik antara PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia yang berujung pembekuan keanggotaan PSSI oleh FIFA. Tim ini muncul menjelang perhelatan Piala Jenderal Sudirman 2015.

Akibat pembekuan oleh FIFA itu berimbas pada kelangsungan kompetisi sepakbola tanah air. Alhasil kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama tak dapat bergulir.

Beberapa turnamen dibuat untuk menggantikan kompetisi resmi. Satu di antaranya Piala Jenderal Sudirman 2015 digelar untuk memperingati ulang tahun ke-100 dari Panglima Besar Jenderal Sudirman, yang dihelat pada November 2015 hingga Januari 2016.

Saat itu, untuk memeriahkan ajang Piala Sudirman, terjadi pengabungan antara PSMS Medan dan Tentara Nasional Indonesia hingga menghasilkan PS TNI. Mereka diperkuat pemain yang juga berprofesi sebagai tentara seperti Manahati Lestusen dan Abduh Lestaluhu. Hasilnya, PS TNI sukses melaju hingga ke babak perempat final Piala Sudirman.

Baca Juga:

Profil Tim Liga 1 2020: Borneo FC

Profil Tim Liga 1 2020: PSM Makassar

TIRA-Persikabo
Skuat TIRA-Persikabo saat merayakan gol. (Instagram TIRA-Persikabo)

Namun kebersamaan antara PSMS dengan TNI tidak berlangsung lama. Setelah ajang Piala Jenderal Sudirman usai, PSMS memutuskan untuk berjalan sendiri. Sedangkan keberadaan The Army, julukan PS TNI tetap dipertahankan.

Meski begitu, PS TNI mengajak mencari partner agar klub ini tetap eksis. Akhirnya pada 30 Maret 2016, klub ini secara resmi mengakuisisi Persiram Raja Ampat menjadi sebuah kesatuan tim.

Akusisi ini di lakukan perusahaan besar yaitu PT. Arka Gega Magna dengan total biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp 17 miliar. Setelah proses akusisi selesai, PS TNI memilih bermarkas di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian PS TNI ambil bagian di ajang Indonesia Soccer Championship, pengganti ISL. Serta kompetisi Liga 1 musim 2017 dan 2018.

Saat berkiprah di Liga 1 2018, nama klub kembali berubah. Tepatnya pada 19 Januari 2018, diumumkan PS TNI resmi mengubah nama menjadi PS TIRA, pengumuman itu dilakukan di markas baru mereka, Bantul.

Alasan pergantian nama ini agar lebih dekat ke masyarakat. PS TIRA juga dianggap singkatan dari TNI dan rakyat. Pada tahun tersebut juga, PS TIRA mengusung julukan The Young Warriors. Lantaran diperkuat banyak pemain muda potensial.

Bahkan PS TIRA memperkuat diri dengan keberadaan empat pemain asing. Di antaranya ada nama Gustavo Lopez, Mariano Berriex, Kim Sang-min, dan striker Aleksandar Rakic.

Baca Juga:

Profil Tim Liga 1 2020: Arema FC

Profil Tim Liga 1 2020: Persib Bandung

TIRA-Persikabo
Skuat TIRA-Persikabo saat merayakan gol. (Instagram TIRA-Persikabo)

Performa PS TIRA yang kurang konsisten nyaris membuat mereka terdegradasi. Manahati Lestusen dkk. harus puas bercokol di peringkat ke-15 dari 18 kontestan Liga 1.

Di Liga 1 musim 2019, PS TIRA membuat sejumlah gebrakan. Mereka menambahkan unsur Persatuan Sepak Bola Kabupaten Bogor, Persikabo.

Tim ini merger atau menyatukan diri dengan dengan klub Liga 3, Persikabo Bogor menjadi TIRA-Persikabo. Nama ini bertujuan untuk mendekatkan tim dengan masyarakat Kabupaten Bogor.

Sempat melejit di putaran pertama dengan menempati posisi kedua Liga 1 2019, di putaran kedua tim ini memainkan 16 laga tanpa kemenangan. Hasilnya Tira Persikabo finish di posisi ke-15 dengan 42 poin.

Kini di musim 2020, TIRA-Persikabo lakukan evaluasi menyeluruh. Mereka mendatangkan tiga pemain asing baru beserta beberapa muka lokal untuk musim ini.

Tiga pemain impor meliputi Alex dos Santos Goncalves, Petteri Pennanen, dan Artyom Filiposyan. Dari stok impor pada musim lalu, hanya Ciro Alves yang dipertahankan.

Sementara untuk pemain lokal, mereka merekrut Arthur Bonai, Hendra Adi Bayauw, Aditya Putra Dewa, Ravi Murdianto, Dwi Kuswanto, dan Silvio Escobar.

Namun, di musim ini TIRA-Persikabo sedikit mengganjal. Pasalnya PSSI hanya akan mengesahkan perubahan nama tim menjadi Persikabo 1973 pada musim 2021.