BolaSkor.comBhayangkara FC merupakan salah satu klub baru yang ada di Indonesia, berdiri pada tahun 2015, tim ini seperti anak ajaib yang langsung menjelma sebagai kekuatan besar di Liga 1. Ini terbukti, baru satu tahun klub ini berdiri mereka langsung meraih gelar juara Liga 1 2017 dan pretasi ini sangat luar biasa.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Borneo FC

Sejarah Bhayangkara FC

Bhayangkara FC ini berawal dari dualisme Persebaya Surabaya yang beralih ke Liga Primer Indonesia dan mengubah namanya menjadi Persebaya 1927 di bawah PT. Persebaya Indonesia. Pada saat itu, tim yang dulu bernama Persikubar Kutai Barat ini diboyong ke Surabaya dan berubah nama menjadi Persebaya Surabaya olrh Wisnu Wadhana.

Pada tahun 2015, mereka tidak boleh mengikuti turnamen Piala Presiden 2015. Karena ingin mengikutinya, mereka menambahkan kata United di tim ini. Sejak lolos ke babak 8 besar, BOPI mengisyaratkan untuk menanggalkan nama Persebaya, karena hak paten logo dan nama ada di tangan Persebaya 1927 bawahan PT. Persebaya Indonesia. Oleh karena itu, mereka mengubah nama menjadi Bonek FC.

Cukup rumit memang permasalahan yang dialami oleh Bhayangkara FC sebelum mereka memiliki nama Bhayangkara FC. Pada turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015, mereka mengubah nama lagi, Surabaya United, setelah Bonek 1927 mengecam nama bonek sebagai klub yang aslinya merupakan nama suporter.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Bali United

Bhayangkara FC
Anderson Salles. (PialaPresiden.id)

Akhrinya pada 12 April 2016, Surabaya United melakukan merger dengan tim yang mengikuti Piala Bhayangkara 2016, yaitu PS Polri dan pada saat itu lah muncul nama Bhayangkara FC. Sampai dengan sekarang Bhayangkara FC menjadi salah satu tim yang diperihitungkan di Liga 1.

Pada kompetisi Liga 1 2017, The Guardian ini merupakan salah satu tim yang tidak diperhitungkan untuk bisa bersaing dengan tim-tim yang sudah syarat pengalaman seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar bahkan Persipura Jayapura yang sudah memiliki sejarah bagus di sepak bola Indonesia.

Akan tetapi, sangat diluar dugaan mereka dari tim yang dipandang sebelah mata menjadi tim yang benar-benar diwaspadai oleh setiap tim yang akan menghadapinya. Terlebih mereka salalu bisa meraih kemenangan dalam setiap pertandingan tandang mereka yang dirasa itu sangat penting dalam sebuah kompetisi.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: TIRA-Persikabo

Bhayangkara FC
Indra Kahfi (Media Bhayangkara)

Dilatih oleh Simon McMenemy, ia berhasil mengkombinasikan pemain-pemain muda dengan pemain senior dengan sangat baik. Bagaimana tidak, Evan Dimas selalu menjadi jendral di lini tengah Bhayangkara yang dibantu oleh Paulo Sergio sebagai pengatur serangan dengan ditopang Ilija Spasojevic sebagai ujung tombak, menjadikan tim ini sangat kuat.

Bahkan pada musim 2017 lalu, mereka berhail menjadi juara Liga 1. Capaian ini dirasa sangat luar bias. Bagaimana tidak, tim yang baru berdiri pada tahun 2016 dalam waktu singkat mereka bisa menjadi juara Liga 1. Bisa dibilang tim ini merupakan anak ajaib di Liga 1 yang mampu memberikan gelar ditahun mereka ikut kompetisi resmi.

Satu yang menjadi catatan khusus Bhayangkara FC, mereka ini tidak memiliki basis suporter yang sangat banyak seperti tim Indonesia pada umumnya. Kendati demikian, justru ini yang menjadikan tim Bhayangkara FC kuat, kerena mereka bisa bermain lepas dimanapun saat bertandang dengan siapapun.

Dengan skuat yang tidak banyak berubah dibandingkan dengan musim lalu. Musim ini mayoritas tim juga dihuni dengan pemain muda dan dipadu dengan pemain senior bukan tidak mungkin Bhayangkara FC bisa memberikan kejutan, meski dilatih pelatih baru namun pelatih ini syarat pengalaman di Liga 1.