BolaSkor.com – Timnas Italia menjadi salah satu tim favorit juara pada perhelatan Piala Eropa 2020. Nama besar serta fakta Gli Azzurri – julukan Italia – telah memenangi empat titel Piala Dunia serta satu Piala Eropa menguatkannya. Piala Eropa 2020 bisa jadi ajang kebangkitan Italia.

Fakta Italia tak bermain di Piala Dunia 2018 menjadi aib bagi mereka setelah 63 tahun tak pernah absen dari event bergengsi dunia empat tahunan tersebut. Perubahan dilakukan FIGC dari penunjukan Luigi Di Biagio hingga Roberto Mancini.

Mancini membangkitkan Italia dengan membawa nama-nama pemain muda berbakat yang haus akan kesuksesan, mengombinasikan mereka dengan beberapa pemain veteran seperti Leonardo Bonucci, Salvatore Sirigu, Ciro Immobile, dan Lorenzo Insigne.

Baca Juga:

Roberto Mancini Dekati Catatan Lippi di Italia, Mengejar Rekor Pozzo

Informasi Penting yang Perlu Diketahui Seputar Piala Eropa 2020

Profil Stadion Piala Eropa 2020: Olimpico dan Kota Abadi

Timnas Italia pada Piala Eropa 2020

Hasilnya pun sangat fantastis. Italia menyapu bersih 10 laga dengan kemenangan di fase grup J Kualifikasi Piala Eropa 2020 yang berisikan Finlandia, Yunani, Bosnia Hezergovina, Armenia, dan Liechtenstein dengan catatan 37 gol dan hanya kebobolan empat gol.

Pertahanan kuat dan serangan tetap tajam. Italia menemukan kembali keseimbangannya. Pada Piala Eropa 2020 Italia berada di grup A yang berisikan Turki, Wales, dan Swiss. Italia merupakan tuan rumah dari grup ini.

Momen Bersejarah

Timnas Italia kala jadi juara Piala Eropa 1968

Begitu banyak cerita yang pernah diukir Italia dalam sejarah sepak bola Eropa. Meski baru sekali memenangi Piala Eropa, Italia pernah mencapai final dan menjadi runner-up dua kali pada 1970 dan 1994, serta satu kali di tempat ketiga (1990) dan semifinalis (1978).

Jadi soal pengalaman Italia tak bisa diragukan lagi kendati semua terjadi di masa lalu, plus saat ini skuad tak lagi sama. Dua momen bersejarah Italia di Piala Eropa di antaranya ada pada 1968 dan 2000.

Di tahun 1968 Italia pertama kali berpatisipasi di Piala Eropa dan menjadi tuan rumah. Italia ke final dengan menyingkirkan Uni Soviet melalui cara lempar koin dalam menentukan pemenangnya kala kedudukan imbang tanpa gol sampai babak tambahan. Itu format lama sepak bola.

Lalu di final Italia imbang 1-1 melawan Yugoslavia di Stadio Olimpico, Roma dari gol Angelo Domenghini yang membalas gol Dragan Dzajic. Laga ulangan dimainkan di tempat yang sama dan kali ini Italia menang 2-0 dari gol Luigi Riva dan Pietro Anastasi.

Sementara pada 2000 menjadi kenangan spesial Francesco Toldo. Menggantikan Gianluigi Buffon yang cedera, legenda Inter Milan menjadi pahlawan yang membendung Belanda di semifinal, khususnya setelah Italia bermain dengan 10 pemain.

Imbang tanpa gol di waktu normal, Toldo jadi pahlawan penalti kala menepis sepakan Paul Bosvelt di drama adu penalti. Italia menang 3-1 di drama adu penalti. Di final mereka kalah 1-2 dari Prancis.

Pemain Kunci

Italia memiliki pemain kunci di tiap areanya yang dapat diandalkan Mancini pada Piala Eropa 2020. Pada posisi kiper ada penjaga gawang AC Milan Gianluigi Donnarumma. Baru berusia 22 tahun Donnarumma sudah punya 25 caps dan berpengalaman karena bermain reguler di Milan.

Sementara di lini bertahan ada Leonardo Bonucci dengan 101 caps dan tujuh gol. Bek Juventus berusia 34 tahun menjadi pemain paling senior di pertahanan setelah Giorgio Chiellini. Pengalaman dan kualitasnya dalam membangun serangan dari lini belakang akan dibutuhkan tim.

Maju ke tengah ada mesin penggerak seperti Marco Verratti, Jorginho, dan Nicolo Barella yang baru memenangi Scudetto dengan Inter Milan. Barella penggerak lini tengah Inter dengan kemampuannya dalam bertahan dan membangun serangan.

Terakhir ada di posisi depan. Ciro Immobile diandalkan dapat menjaga ketajamannya sebagai pemain paling senior dengan 45 caps dan 12 gol. Pada area ini juga Mancini punya pemain kunci lain seperti Lorenzo Insigne dan Federico Chiesa.

Pelatih

Soal kualitas tak perlu diragukan lagi. Roberto Mancini (56 tahun) sosok tepat menangani timnas Italia dengan kesuksesannya sebagai pemain dan juga pelatih. Mancini pernah sukses memenangi trofi bersama Inter Milan, Manchester City, Galatasaray, dan Zenit Saint Petersburg.

Pengalamannya itu akan coba dilanjutkan kembali pada karier kepelatihannya di timnas Italia. Terlebih sejauh ini Mancini telah mengimplementasikan filosofi bermainnya dengan baik, mengkombinasikan pemain muda dengan pemain senior.

Prediksi Formasi

Timnas Italia (4-3-3): Gianluigi Donnarumma; Leonardo Spinazzola, Francesco Acerbi, Leonardo Bonucci, Danilo D’Ambrosio; Jorginho, Marco Verratti, Nicolo Barella; Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, Federico Chiesa

Jadwal Pertandingan

Turki vs Italia (12/06 – 02.00 WIB – Stadio Olimpico)
Italia vs Swiss (17/06 – 02.00 WIB – Stadio Olimpico)
Italia vs Wales (20/06 – 02.00 WIB – Stadio Olimpico)