BolaSkor.com - Keinginan putra mahkota kerajaaan Arab saudi, Mohammad Bin Salman mengakuisisi Newcastle United melalui konsorsium Public Investment Fund (PIF) tak berjalan mulus. Kesepakatan yang sudah terjalin bahkan terancam batal.

Hal itu tak terlepas dari sikap operator Premier League yang menunda memberikan izin akuisisi ini hingga sepekan ke depan. Dilansir Daily Mail, mereka ingin mendiskusikan hal ini bersama pemerintah Inggris.

keterlibatan pangeran Salman dalam proses akuisisi ini memang menimbulkan kontroversi. Banyak pihak yang menolak hal tersebut yang ironisnya lebih banyak karena alasan politik.

Pangeran Salman dianggap terlibat dalam sejumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Salah satunya terkait pembunuhan kepada jurnalis bernama Jamal Khashoggi yang terjadi di Arab Saudi.

Baca Juga:

Pemegang Hak Siar Premier League Coba Gagalkan Akuisisi Newcastle United

Akuisisi Klub Tidak Selalu Berbuah Manis

Revolusi Newcastle United, Bek Napoli Jadi Buruan Utama

Lembaga Amnesti internasional meminta Premier League mempertimbangkan rekam jejak tersebut. Mereka menyebut hal ini bisa merugikan kompetisi kasta tertinggi di Negeri Ratu Elizabeth tersebut.

Suporter Newcastle sendiri juga sempat bereaksi terkait hal ini. Mereka intinya mendukung proses akuisisi tapi tak mau klub pujaannya dijadikan alat untuk membersihkan nama Pangeran Salman.

BeIN Sports sebagai salah satu pemegang hak siar Premier League juga bereaksi keras terkait hal ini. Perusahaan asal Qatar itu meminta akuisisi Newcastle dibatalkan karena pemerintah Arab Saudi dianggap ikut andil membajak siaran pertandingan secara ilegal di negara tersebut.

Pemerintah Inggris sendiri sebenarnya sudah menentukan sikap. Mereka menolak ikut campur dalam permasalahan ini.

Namun banyaknya tuntutan untuk membatalkan proses akuisisi ini membuat pihak Premier League ragu. Mereka takut hal ini akan berdampak buruk terhadap kelangsungan kompetisi terutama menyangkut hubungan dengan sponsor.