BolaSkor.com - Komisi X DPR Republik Indonesia mendesak PSSI untuk memberikan kejelasan nasib pesepak bola di tengah pandemi Virus Corona (COVID-19), sebelum bulan Ramadan.

Tak hanya itu, Komisi X DPR juga memprotes kebijakan gaji 25 persen yang diberikan untuk pemain hingga ofisial tim Liga 1 dan Liga 2 2020, selama bulan Maret sampai Juni 2020. Ini dilontarkan saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RPDU) dengan PSSI dan persatuan cabang olahraga lainnya secara daring, Rabu (8/4) kemarin.

Sebelumnya, PSSI mengeluarkan kebijakan force majeure untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2. PSSI menghentikan kompetisi hingga 29 Mei 2020, sesuai status tanggap darurat Virus Corona yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia.

Namun, jika Pemerintah Republik Indonesia menghapus status tanggap darurat Virus Corona, maka kompetisi berjalan kembali setelah 1 Juli 2020. Jika tidak, kompetisi akan dihentikan.

Baca Juga:

PSSI Siapkan Opsi Turnamen jika Liga 1 dan Liga 2 2020 Dihentikan

Menpora Minta PSSI Lebih Perhatikan Nasib Pemain dan Wasit di Tengah Pandemi Virus Corona

Selain itu, PSSI juga memberikan kebijakan kepada klub Liga 1 dan Liga 2 untuk memberikan gaji sebesar 25 persen kepada pemain hingga ofisial, selama masa force majeure kompetisi. Masa itu berlaku dari Maret hingga Juni 2020.

Mayoritas seluruh klub Liga 1 melakukan kebijakan PSSI. Hanya Persita Tangerang yang membayar gaji 10 persen pada bulan April hingga Juni 2020, setelah bayar penuh untuk Maret.

Sementara untuk Liga 2 belum ada kejelasan. Rata-rata keberatan dengan kebijakan 25 persen PSSI, karena terancam akhiri kerja sama dengan sponsor.

"Kami ingin kebijakan yang menyangkut soal nasib pemain dimusyawarahkan PSSI secara tripartit kepada klub dan asosiasi pemain (APPI). Idealnya ini dilakukan secepatnya, kalau bisa sebelum puasa. Saya berharap kebijakan ini jangan telat. Lebih baik kita mengantisipasi dan preventif," kata Ketua Komisi X DPR, Syaiful.

"Faktanya ada klub yang hanya membayar 10 persen gaji. Kalau cuma 25 persen gaji dari kontrak sampai beberapa bulan ke depan, saya kasihan karena pemain bola kita dan keluarganya bisa kesulitan," tambahnya.