BolaSkor.com - Aksi tak biasa dilakukan Thierry Henry untuk melawan aksi rasisme yang kian banyak terjadi di berbagai bidang. Legenda Arsenal itu akan menghilang dari media sosial tanpa batas waktu.

Perlawanan terhadap aksi rasisme kian gencar dilakukan setelah tragedi kematian George Floyd. Yang bersangkutan merupakan pria berkulit hitam yang kehilangan nyawa karena perlakuan tak berperikemanusiaan oknum polisi Amerika Serikat, Mei 2020 silam.

Sepak bola turut mengambil peran dengan ikut mengkampanyekan gerakan Black Lives Matter. Hal itu dilakukan baik secara individu maupun tim.

Baca Juga:

Tolak Berlutut, Cara Lain Wilfried Zaha Lawan Rasisme

Terungkap, Komentator juga Bersikap Rasis terhadap Pemain Berkulit Hitam

Cerita di Balik Jersey Black Lives Matter Premier League

Thierry Henry

Namun aksi rasisme tak kunjung menghilang. Sejumlah pesepak bola justru turut menjadi korban pelecehan rasial melalui media sosial.

Hal inilah yang tampaknya membuat Henry gerah. Ia menilai berbagai paltform media sosial tidak memberikan perlindungan untuk mencegah penggunanya melakukan aksi rasisme.

"Mulai besok (Sabtu waktu setempat) pagi, saya akan menghapus diri saya dari media sosial sampai orang yang berkuasa dapat mengatur platform mereka dengan kekuatan dan keganasan yang sama seperti yang mereka lakukan saat ini ketika Anda melanggar hak cipta.," tulis Henry di akun media sosialnya.

"Banyaknya rasisme, penindasan, dan penyiksaan mental yang diakibatkan oleh individu terlalu beracun untuk diabaikan. Terlalu mudah untuk membuat akun, menggunakannya untuk menggertak dan melecehkan tanpa konsekuensi karena mereka anonim."

"Sampai ini berubah, saya akan menonaktifkan akun saya di semua platform sosial. Saya berharap ini segera terjadi," tambahnya.

Aktif di media sosial

Henry memang salah satu pelaku sepak bola yang cukup aktif di media sosial. Ia memiliki akun pribadi di Twitter dan Instagram dengan pengikut berjumlah jutaan.

Tindakan Henry ini tentu menjadi peringatan keras bagi para platform media sosial. Mereka harus menyelesaikan masalah ini secara serius.

Bukan tidak mungkin aksi Henry tersebut akan diikuti oleh pelaku sepak bola lainnya. Ini bisa menjadi terapi kejut bagi warganet yang kurang pintar dalam berselancar di media sosial.