BolaSkor.com - Sepak bola olahraga yang unik. Tidak ada ilmu pasti atau eksakta yang dapat menakar kepastian dalam sepak bola. Begitu juga dengan nasib Divock Origi yang berubah drastis di Liverpool.

Kejadiannya bermula di Anfield, tempat berlangsungnya leg dua semifinal Liga Champions antara Liverpool kontra Barcelona, Rabu (8/5) dini hari WIB. The Reds datang dalam dua kondisi yang tidak menguntungkan mereka.

Pertama, Liverpool tertinggal agregat gol 0-3 dari leg satu yang berlangsung di Camp Nou. Kedua, pencetak (kombinasi) 44 gol Liverpool musim ini, Mohamed Salah dan Roberto Firmino, tidak bisa bermain karena cedera.

"Jika kami bisa melakukannya (comeback), fantastis, jika tidak maka kami harus gagal dengan cara terindah," begitu ucapan Jurgen Klopp sebelum laga dimulai. Klopp, di antara pilihan untuk memainkan Ben Woodburn, Rhian Brewster, Daniel Sturridge, dan Origi, memilih memainkan Origi sebagai ujung tombak.

Baca Juga:

3 Taktik Jitu Jurgen Klopp yang Membuat Barcelona Tak Berdaya

Ungkapan Hati Divock Origi Usai Jadi Pahlawan Kemenangan Liverpool

Liverpool 4-0 Barcelona: Comeback Dramatis, Lionel Messi dkk Tak Berkutik di Anfield

Origi diapit oleh Sadio Mane dan Xherdan Shaqiri di lini depan dalam formasi 4-3-3. Tidak ada yang meragukan pilihan Klopp. Didukung 'pemain ke-12' di Anfield segalanya bisa terjadi. Benar saja, baru tujuh menit laga berlangsung gol sudah tercipta.

Gol Divock Origi di menit tujuh

Origi berada di posisi yang tepat dan siaga menyambar bola rebound tepisan Marc-Andre ter Stegen hasil sepakan Jordan Henderson. Kedudukan 1-0 menjaga asa Liverpool untuk melakukan salah satu comeback terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa.

Klopp, seperti kata Dejan Lovren, hanya meminta kepada anak-anak asuhnya untuk tetap percaya segala hal dapat terjadi sebelum laga dimulai. Di awal babak kedua, Klopp "melepaskan Kraken" dengan memasukkan Georginio Wijnaldum.

Gelandang asal Belanda ternyata marah kepada Klopp karena tidak menjadikannya starter (Wijnaldum sangat ingin bermain di laga tersebut). Wijnaldum membuktikan omongannya itu melalui penampilan heroik.

Wijnaldum menorehkan dua gol di menit 54 dan 56, gol yang meruntuhkan mentalitas dan moral bermain para pemain Barcelona. Anfield bergemuruh kencang. Wijnaldum jadi pemain pertama di Eropa yang masuk dari bangku cadangan dan mencetak dua gol.

Momentum kepanikan para pemain Barcelona dimanfaatkan baik oleh Origi di menit 79. Skema apik diperlihatkan Trent Alexander-Arnold dengan Origi di balik proses gol tersebut.

Alexander-Arnold pura-pura berjalan menjauh dari bola, lalu tiba-tiba berlari dan memberikan bola kepada Origi. Sang penyerang, yang selalu siaga sepanjang laga, langsung menyambar dan mengubahnya jadi gol. Liverpool unggul 4-0.

Barca hanya butuh satu gol tandang untuk membawa mereka lolos ke final. Tapi, gol itu tak kunjung datang, Luis Suarez, Lionel Messi, Philippe Coutinho, Ivan Rakitic, dibuat mati kutu di Anfield.

Liverpool menang 4-0, James Milner menangis, Klopp mengajak pasukannya bernyanyi YNWA (You Will Never Walk Alone) bersama fans. Malam yang indah bagi seluruh fans Liverpool di seluruh dunia. Malam yang sangat berkesan dan spesial untuk Origi.