BolaSkor.com - PSS Sleman mulai bergerak untuk menambal lubang setelah memutuskan melepas beberapa pemainnya. Mereka berhasil mengamankan jasa dua pemain Timnas Indonesia untuk putaran kedua Liga 1 2019.

Super Elang Jawa memang membutuhkan tambahan amunisi baru setelah mengakhiri kebersamanaan dengan 5 pemain. Mereka yang tidak lagi berseragam PSS antara lain, Junius Bate, Irsan Lestaluhu, Nerius Alom, Dhika Bayangkara, dan yang teranyar Rudy Widodo.

Untuk menutup kekurangan tim, pihak manajemen PSS telah berhasil mendatangkan dua pemain muda Timnas Indonesia. Mereka adalah penyerang Saddam Emiruddin Gaffar dan bek kiri Samuel Christianson.

Saddam yang berposisi sebagai penyerang baru saja membela Timnas Indonesia U-19 di ajang Piala AFF 2019. Sementara itu Samuel adalah bagian dari Timnas Indonesia U-23, dirinya disertakan oleh Indra Sjafri dalam pemusatan latihan di Yogyakarta pada Mei 2019 lalu.

Baca Juga:

Liga 2: Cerita Nerius Alom dari PSS Sleman Gabung Sriwijaya FC

Sriwijaya FC Rekrut Bobby Satria demi Perkuat Lini Pertahanan

Kepastian bergabungnya dua penggawa Garuda Muda dibenarkan oleh CEO PSS, Viola Kurniawati. Ia menyebut keduanya menjadi aset jangka panjang tim kebanggaan Kabupaten Sleman ini.

"Iya, keduanya (Saddam dan Samuel) bisa menjadi aset jangka panjang PSS. Terlebih di usia yang masih muda, diharapkan mereka bisa menunjukkan fighting spirit untuk Super Elja," kata Viola.

Khusus untuk Saddam, statusnya di PSS saat ini bisa disebut naik kelas. Sebab, ia merupakan pemain Akademi milik PSS Sleman yang sukses menembus skuad Timnas Indonesia U-19.

"Saddam kami naikkan ke tim senior, karena dia punya potensi bagus dan baru saja memperkuat Timnas U-19. Sementara Samuel merupakan jebolan Timnas U-23 yang juga pernah merasakan gelar juara AFF U-23," terangnya.

Selain dua pemain itu, juara Liga 2 2018 ini juga dikabarkan tengah berusaha mendatangkan mantan gelandang PS Mojokerto Putra, Fingky Pasamba. Namun Viola mengaku saat ini pihak manajemen masih dalam tahap komunikasi.

"Untuk Fingky masih dalam tahapan komunikasi," tutup mantan Media Officer Persija Jakarta ini. (Laporan Kontributor Prima Pribadi/Yogyakarta)