BolaSkor.com - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, akan menegur sekaligus berkomunikasi dengan Persita Tangerang terkait kebijakan gaji 10 persen untuk pemain hingga ofisial pada bulan April sampai Juni 2020.

Sebelumnya, PSSI mengeluarkan kebijakan force majeure untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020, yang dihentikan sementara sampai 29 Mei 2020. Ini sesuai status tanggap darurat Virus Corona dari Pemerintah Republik Indonesia.

Dalam kebijakan tersebut, kompetisi bisa dijalankan kembali setelah tanggal 1 Juli 2020, jika status tanggap darurat Virus Corona dihapus atau kondisi telah kondusif. Jika tidak, kompetisi akan dihentikan.

Baca Juga:

Komisi X DPR Desak PSSI Agar Klub Liga 1 dan Liga 2 Lakukan Tes Virus Corona

PSSI Rencanakan Tes Virus Corona untuk Klub Liga 1 dan Liga 2 hingga Karyawan

PSSI juga mengeluarkan kebijakan di mana setiap klub Liga 1 dan Liga 2 harus membayarkan gaji 25 persen untuk pemain hingga ofisial selama force majeure kompetisi. Terhitung dari bulan Maret sampai Juni 2020.

Kebijakan itu dihindarkan Persita, yang hanya membayar gaji 10 persen untuk bulan April sampai Juni 2020, setelah membayar penuh untuk Maret. Sementara untuk klub Liga 2, mayoritas keberatan lantaran tidak ada pemasukan akibat kompetisi terhenti, dan terancam mengakhiri kerja sama dengan sponsor.

"Berkaitan dengan gaji, pada saat keadaan Kahar kami berdiskusi dengan klub sehingga disepakati gajinya 25 persen. Meski ada satu dua yang akhirnya tidak menyepakati seperti Persita Tangerang yang menggaji 10 persen, tentu ini menjadi pelajaran kami dan kami akan lakukan komunikasi dengan mereka," kata Iriawan.