BolaSkor.com - Kompetisi lanjutan Liga 1 2020 akan segera dimulai pada 1 Oktober rmendatang. 18 klub Liga 1 sudah mengikuti manager meeting bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI.

Ada beberapa penambahan hingga perubahan regulasi yang disepakati oleh 18 klub Liga 1. Namun, ada isu yang berkembang tentang regulasi yang masih susun oleh PSSI.

Regulasi tersebut di mana klub Liga 1 akan dinyatakan kalah atau pengurangan poin jika ada suporter yang hadir secara langsung ke area stadion. Hal ini bahkan dibenarkan oleh manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. Bahkan, Direktur Utama (Dirut) PT LIB, Akhmad Hadian Lukita juga membenarkan hal tersebut.

Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi membantah hal tersebut. Regulasi itu tidak mungkin diterapkan dan tak pernah ada bahasan mengenai itu.

"Mana ada regulasi dan sanksi yang bilang penontonnya datang lalu poinnya dikurangi apalagi dianggap kalah. Jadi kawan-kawan media ini juga kami berharap, secara objektif jugalah kalau melihat isu yang ada di luar sana," kata Yunus Nusi kepada wartawan.

Baca Juga:

Regulasi Standarisasi Pemain Asing untuk Lanjutan Liga 1 2020 Diubah

Klub Liga 1 Dilarang Rekrut Pemain Asing dan Lokal dari Sesama Peserta serta Tim Liga 2

"Itu kan gampang saja mengubah regulasi itu dengan kalimatnya sendiri. Itu kan bisa saja terjadi. Tetapi pertanyaannya itu masuk akal tidak. Persebaya sama PSS Sleman bertanding. Ini tiba-tiba Bonek datang lewat sawah, lewat gang terus ketahuan sama panpel sama pengawas pertandingan, terus bakal bilang ini lho Bonek masuk ayo kurangin saja poin Persebaya dua poin atau tiga poin."

"Masuk akal tidak hanya karena dua orang saja datang memakai baju Persebaya dan bendera," ujar Yunus.

Ia menambahkan, regulasi lanjutan Liga 1 sudah rampung dan berada di PT LIB. Namun ditegaskan tidak ada regulasi klub Liga 1 akan kalah atau pengurangan poin.

"Iya kami itu tinggal finalisasi regulasi-regulasi yang ada sebelumnya saja. Sudah kami berikan juga ke PT LIB regulasinya soal Liga 1 ini," tuturnya.