BolaSkor.com - Manajer Persita Tangerang, I Nyoman Suryanthara mengaku belum ada teguran dari Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan terkait kebijakan manajemen yang menerapkan pembayaran gaji 10 persen dari April sampai dengan Juni.

Pendekar Cisadane sebelumnya mengeluarkan kebijakan untuk membayar gaji pemain hanya 10 persen dari bulan April sampai dengan Juni. Adapun pada Maret, manajemen Persita membayar penuh gaji seluruh pemain, pelatih, dan ofisial.

Kebijakan ini dibuat menyusul keputusan PSSI mengeluarkan status force majeure kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020, yang dihentikan sementara sampai 29 Mei 2020. Ini sesuai status tanggap darurat Virus Corona di Indonesia.

Baca Juga:

PSSI Beri Bantuan Hukum untuk Klub jika Ada Gugatan terkait Gaji 25 Persen

Protes Kebijakan Gaji 25 Persen, Komisi X DPR Desak PSSI Beri Kejelasan Nasib Pemain Sebelum Ramadan

PSSI juga mengeluarkan kebijakan di mana tim membayarkan gaji 25 persen kepada pemain hingga ofisial selama force majeure. Terhitung dari bulan Maret sampai dengan Juni 2020.

Namum pada saat rapat virtual bersama dengan Komisi X DPR RI, Rabu (8/4), pria yang kerap disapa Iwan Bule itu menyinggung kebijakan dari manajemen Persita yang hanya membayar gaji 10 persen. Iwan Bule pun berniat untuk melakukan komunikasi dengan pihak Persita.

"Sampai sekarang PSSI belum menghubungi kami terkait dengan pembayaran gaji yang kami lakukan kepada pemain yang hanya 10 persen tersebut," kata Nyoman ketika dihubungi oleh BolaSkor.com.

"Tapi nantinya jika memang kami dihubungi, kami akan jelaskan secara detail mengapa kami hanya mampu membayar pemain 10 persen. Tidak akan ada yang kami tutup-tutupi untuk masalah ini," ujar Nyoman.

PSSI berencana akan menggelar kembali Liga 1 pada bulan Juli mendatang. Tapi jika kondisi tidak membaik, kompetisi akan dihentikan total.