BolaSkor.com - Sejauh ini PSSI memang belum menentukan Sekrtaris Jenderal (Sekjen) PSSI, selepas mundurnya Ratu Tisha Destria pada April lalu. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan hanya baru menunjuk Yunus Nusi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI.

Polemik pun muncul ketika Yunus Nusi menduduki posisi tersebut. Ada yang menyebutkan bahwa posisi Yunus Nusi itu melanggar statuta PSSI pasal 61 ayat 4, dimana Sekjen tak diperbolehkan menjadi delegasi kongres. Selain itu, Sekjen tidak boleh menjadi anggota dari salah satu badan PSSI.

Seperti diketahui, saat ini Yunus Nusi adalah anggota Komite Eksekutif (Exco PSSI). Tidak hanya itu saja, Yunus Nusi juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Kalimantan Timur.

Baca Juga:

Ketum PSSI Berharap Timnas Indonesia U-19 Tak Perlu Jalani Karantina 14 Hari di Korsel

Ketum PSSI Pegang Jabatan Manajer Sementara Timnas Indonesia U-19, Sambil Cari Sosok yang Tepat

Menanggapi hal tersebut, Head of Media PSSI, Eko Rahmawanto, mengungkapkan jabatan Sekjen PSSI yang sementara diisi oleh Yunus Nusi tidak melanggar statuta PSSI.

"Posisi pak Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen PSSI sekaligus anggota Exco PSSI yang jelas tidak melanggar statuta. FIFA dan AFC juga telah memberikan dukungan dan tidak mempermasalahkan hal ini. Korespondensi dengan FIFA dan AFC pun langsung ke Plt Sekjen PSSI," ujar Eko.

Eko menegaskan untuk masalah tersebut, PSSI sangat mengerti dengan isi statuta yang ada. Sehingga apabila nantinya Yunus Nusi terpilih menjadi Sekjen, nantinya bisa dipastikan Yunus Nusi tidak akan merangkap jabatan. Baik itu menjadi Exco maupun Ketua Asprov Kaltim.

"Bila nanti Pak Yunus dikukuhkan sebagai Sekjen PSSI secara definitif, beliau pasti akan mengundurkan diri dari anggota Exco PSSI. Saat ini Plt Sekjen PSSI juga terus melakukan komunikasi dengan baik ke FIFA dan AFC," pungkas Eko.