BolaSkor.com - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan menghentikan kembali Liga 1 dan Liga 2 2020, jika memang kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat.

Sejauh ini, PT LIB pun mengaku selalu berkomunikasi dengan pemerintah dan instansi setempat gelaran kompetisi, terkait dengan kelancaran pertandingan. Akhmad Hadian juga tidak mau nantinya lanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020 malah menjadi kluster baru penyebaran COVID-19 ini.

Seperti diketahui, untuk kelanjutan Liga 1 2020 ada enam kota yang dijadikan venue pertandingan. Keenam kota tersebut adakag Sleman, Bantul, Pamekasan, Lamongan, Kediri, Malang, Semarang, Bandung, dan Tangerang.

Untuk Liga 2, ada empat kota yang menjadi tuan rumah babak penyisihan. Keempatnya adalah Lampung, Cilacap, Riau, dan Medan.

Baca Juga:

PT LIB Pastikan Persipura Gunakan Stadion Kanjuruhan pada Lanjutan Liga 1

PSSI Bantah Ada Regulasi Klub Liga 1 Dinyatakan Kalah jika Ada Suporter Hadir

"Memang kami bertemu dengan pemerintah, pejabat keamanan, dan aparat daerah itu secara intens dua bulan terakhir. Setelah ini pun kami akan bertemu kembali dengan berbagai pihak itu, karena menyangkut perkembangan terakhir, apakah (liga lanjutan) ini bisa diteruskan atau tidak," ujar Akhmad Hadian.

Akhmad Hadian juga mengatakan dalam lanjutan kompetisi ini semua akan dijalankan dengan protokol kesehatan ketat. Pemerintah Daerah juga dilibatkan untuk memantau kondisi saat pertandingan. Bahkan kalau kondisinya semakin buruk, operator siap menunda atau menghentikan kompetisi.

"Pemerintah setempat akan memantau jangan sampai ada kerumunan jangan sampai ada klaster baru. Kalau yang terburuk (kompetisi) akan dihentikan, kami akan nurut kalau kondisi (COVID-19) semakin berat," katad Hadian.

"Ada beberapa yang khawatir saya kira itu wajar. Saya juga termasuk yang sangat khawatir. Khawatir ada yang terpapar virus, jadi kita memang antisipasi dengan manajemen risiko paling ketat," pungkasnya.