BolaSkor.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memastikan kinerja manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bakal dievaluasi pasca gelaran Piala AFF 2020. Namun, menurut Iriawan, evaluasi terhadap Shin Tae-yong dinilai wajar.

Masyarakat dan pencinta sepak bola memang memberikan dukungan penuh kepada Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan tersebut dinilai berhasil membawa perubahan signifikan bagi Timnas Indonesia.

Meski Timnas Indonesia kalah 0-4 dari Thailand di di leg pertama Piala AFF 2020, publik meminta Shin Tae-yong dipertahankan untuk jangka waktu lama. Terkait hal ini, Iriawan punya pendapatnya.

"Saya bingung banyak sekali pertanyaan tentang evaluasi STY. Apa sih arti evaluasi? Evaluasi itu bukan mengganti. Kami mendalami kembali apa yang sudah dilakukan untuk kami mapping atau mencari akar permasalahannya," kata Iriawan.

"Kenapa kok menang, kenapa kok kalah. Itu wajar. Saya pun mempertanggungjawabkan program kerja ke voters. Itu namanya evaluasi kinerja ketua umum. Itu wajar," ujar Iriawan.

Baca Juga:

Daftar Top Skorer Sementara Piala AFF 2020: Dominasi Thailand

Tommy Hermawan Lo Bahagia Dewa United FC Promosi ke Liga 1 Musim Depan

Iriawan menambahkan, ini bukan kali pertama PSSI mengevaluasi kinerja Shin Tae-yong. Sebelumnya, federasi juga melakukan evaluasi atas hasil kerja Shin Tae-yong di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia bermain imbang 2-2 dengan Thailand, lalu kalah dari Vietnam (0-4) dan Uni Emirat Arab (0-5). Timnas Indonesia mengakhiri babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 di posisi juru kunci Grup G dengan poin satu.

"Waktu Kualifikasi Piala Dunia kalah kan beberapa kali. Ditanya kenapa bisa kalah, apa saja, nanti saat pulang akan tetap kami evaluasi," tutur Iriawan.

Iriawan mengatakan sebagai Ketua PSSI dirinya mengapresiasi pencapaian Timnas Indonesia yang berhasil melaju ke babak final Piala AFF 2020 padahal tim Merah-Putih tidak diunngulkan bisa melaju sejauh ini. Di Piala AFF 2020, Shin Tae-yong memang membawa mayoritas pemain muda.

"Target dia sebenarnya bukan final, tapi semifinal sudah bagus tadinya. Tapi saya minta ke final, minta juara, wajar ketua umum begitu. Supaya apa, supaya fighting spirit anak-anak tinggi."

"STY (Shin Tae-yong) kami kontrak 4 tahun dengan diperpanjang setiap tahun. Itu ada program yang berkesinambungan. Yang tidak serta merta secara instan Timnas harus bagus. STY bukan pesulap, betul. Dia pelatih, jadi tidak mungkin secara instan bisa melakukannya (juara) apalagi kemarin kompetisi tidak ada," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.