BolaSkor.com - Piala Asia 2019 yang sudah berjalan selama sebulan telah berakhir. Qatar muncul menjadi juara baru untuk kali pertama dalam sejarah setelah mengalahkan Jepang dengan skor 3-1 di Stadion ZSC, Jumat (31/1) malam WIB.

Qatar memang mengejutkan dengan status mereka sebagai kuda hitam turnamen. Punya pertahanan yang kuat, efisien ketika mendapatkan peluang, dan striker mereka, Almoez Ali, menjadi top skor dengan torehan sembilan gol - memecahkan rekor delapan gol Ali Daei di Piala Asia 1996.

Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah pengakuan dari Carlos Queiroz. Pelatih asal Portugal telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih timnas Iran setelah gugur di semifinal (Iran kalah 0-3 dari Jepang).

Queiroz, 65 tahun, melatih Iran selama delapan tahun dan sudah sangat memahami kultur sepak bola di sana. Bahkan, mantan asisten pelatih Sir Alex Ferguson di Manchester United itu tahu akan dapur sepak bola Iran.

Baca Juga:

Jepang 3-0 Iran: Samurai Blue Tembus Final Piala Asia untuk Kali Kelima

10 Hal yang Harus Anda Ketahui soal Pemecah Rekor Ali Daei, Almoez Ali

Qatar 3-1 Jepang: Almoez Ali Pecahkan Rekor, Al Annabi Kampiun Piala Asia 2019

Carlos Queiroz

Dalam sesi wawancara yang disiarkan televisi lokal, Queiroz mengungkapkan fakta mengejutkan, bahwa Qatar memiliki andil besar dalam partisipasi Iran di Piala Asia 2019. Qatar membiayai segala hal yang berkaitan dengan sepak bola di Iran.

"Jika bukan karena QFA (Asosiasi Sepak Bola Qatar), kami tidak punya apapun! Pemusatan latihan juga tidak akan memungkinkan. Persiapan dan laga-laga persahabat - tidak mungkin. Mereka membayarkan segalanya," tutur Queiroz, diberitakan Fox Sports Asia.

"Laga terakhir kami - mereka membiayai stadion, lapangan laga dan kedua tim. Qatar membiayai segalanya karena Iran tidak punya apapun (miskin) - nol!"

"Ada banyak perasaan buruk mengenai momen ini. Saya harus bekerja untuk terus menjaga tim ini, pemain-pemain dan staf bersama. Realitanya tidak mudah. Kami tak bisa pura-pura seakan tidak ada masalah - ada masalah untuk semuanya," terang Queiroz.

Pengakuan yang unik dari Queiroz. Pasalnya dalam skuat terkini Team Melli - julukan Iran - ada beberapa pemain yang berkarier di Eropa semisal: Sardar Azmoun (Zenit St Petersburg), Alireza Jahanbakhsh (Brighton & Hove Albion), Vahid Amiri (Trabzonspor).

Iran belum pernah menjuarai Piala Asia setelah 43 tahun lamanya. Tak terbayangkan apabila Iran lolos ke final dan berjumpa dengan Qatar. Apabila Iran kalah di laga itu, ucapan Queiroz itu tentunya akan relevan dengan kekalahan tersebut.