BolaSkor.com - Publik Barcelona langsung jatuh cinta kepada Quique Setien sejak laga perdananya. Gaya bermain yang dinilai atraktif mampu mengambil hari fans Barca.

Sejak awal Quique Setien berulang kali bicara soal gaya permainan yang akan diterapkannya di Barcelona. Setien ingin timnya mendominasi penguasaan bola, bermain dengan pendekatan menyerang, memiliki kesiapan fisik, dan mengembangkan pemain muda.

Barcelona beruntung karena Setien mengusung filosofi yang serupa dengan mereka. Bahkan Setien sangat setia dengan filosofinya tersebut. Hal itu seperti yang disampaikan beberapa mantan anak asuhnya.

Baca Juga:

Barcelona Semringah, Quique Setien Penuhi Janji

Bukti Quique Setien Kembalikan Cita Rasa Pep Guardiola di Barcelona

6 Calon Striker Ideal Pengganti Luis Suarez di Barcelona

"Kami selalu menyaksikan rekaman pertandingan Barcelona," ujar Hectro Font, yang pernah menjadi pemain Setien di Lugo, seperti dikutip dari Marca.

"Jika saat Barcelona bertanding dan kami sedang berada di tempat latihan, kami pasti akan menonton bersama pertandingan tersebut."

"Jika kami tidak sedang di tempat latihan, dia akan memperlihatkan rekaman pilihan bagaimana Barcelona bermain," lanjut Font.

Hal senada diungkapkan oleh Juanjo Serrano, rekan setim Font di Lugo. "Nyaris 90 persen yang kami kerjakan saat latihan adalah bagaimana cara menyerang."

"Dia sangat menghormati pemain dan tak pernah menaikkan suaranya," papar Serrano.

Dari para mantan pemain juga diketahui jika ada kesamaan antara Pep Guardiola dengan Setien. Seperti yang dikatakan eks kiper Lugo Miguel Escalona.

"Kepada kiper dia selalu mengatakan, tidak masalah jika kami kehilangan bola, itu akan menjadi kesalahan dia (Setien)," ujar Escalona.

Kalimat di atas sangat mirip dengan perkataan Guardiola. Manajer Manchester City kerap mengatakan pemain harus menjalankan perintahnya, jika ada tidak berjalan itu adalah kesalahan dia.

Selain itu Setien juga hanya akan memainkan pemain yang dinilainya siap, tidak melihat nama besar.

"Saya selalu mencetak gol, tapi dia mencadangkan saya dan banyak orang yang terkejut. Dia hanya memainkan pemain yang dinilainya dalam kondisi terbaik," terang Gerardo Berodia, eks penyerang Lugo.

Setien menjadi pelatih di Lugo dari 2010 hingga 2015. Rupanya filosofi permainan yang diterapkan Setien di Lugo tidak berbeda ketika dia menangani Racing Santander pada 2001.

Seperti Berodia, hal serupa dialami oleh Julio Alvarez di Racing. Bagi Alvarez, Setien adalah pelatih pertama yang memutuskan tidak memainkannya. Meski begitu Alvarez mampu banyak mengambil pelajaran dari sang pelatih.

"Saat itu saya menganggap diri saya sebegai bintang. Saya datang dari Real Madrid dan selalu dimainkan. Tapi dia tidak melihat itu semua. Jika tidak dalam kondisi terbaik, saya akan menjadi cadangan," tutur Alvarez.

Sebelum digaet Barcelona, Setien terbilang sukses bersama Real Betis. Di klub inilah filosofi permainan Setien mulai menjadi perhatian di Spanyol dan Eropa.

"Dia mengubah gaya permainan kami. Dengan gaya permainannya, dia lebih melibatkan peran kiper yang bermain seperti layaknya pemain tengah," ujar Pedro Lopez, kiper Real Betis.

"Dia membenci bola jauh dan itu tidak akan berubah. Dia tidak peduli kami menang dengan berapa gol. Dia hanya ingin kami berkembang."

Setien akan kembali mendapatkan ujian cukup berat pada pekan ini ketika Barcelona menantang tuan rumah Valencia pada lanjutan LaLiga, Sabtu (25/1) malam WIB.