BolaSkor.com - FC Barcelona semringah ketika klub menggantikan Ernesto Valverde dengan Quique Setien. Maklum, Setien merupakan pelatih dengan keyakinan sepak bola ofensif dan penguasaan bola seperti halnya Pep Guardiola.

Setien (61 tahun) secara terang-terangan mengakui kekagumannya kepada Johan Cruyff, legenda Barcelona yang juga merevolusi total football Belanda dari Rinus Michels pada medio 1970-an.

"Saya ingat ketika Barcelona-nya Johan Cruyff datang. Anda bermain melawan mereka dan Anda menghabiskan pertandingan dengan mengejar bola," tutur Setien pada 2019 lalu.

"Sejak itu saya berkata kepada diri saya: inilah yang saya inginkan. Saya ingin menjadi bagian dari tim ini dan mencari tahu bagaimana ini semua bisa terjadi. Bagaimana bisa Anda membuat sebuah tim menguasai bola sepanjang laga sampai-sampai tim lawan tak bisa berbuat apa-apa?"

Baca Juga:

Bukti Quique Setien Kembalikan Cita Rasa Pep Guardiola di Barcelona

Quique Setien, Pelatih yang Setia dengan Satu Gaya

100 Hari Quique Setien di Barcelona: Tak Pernah Kalah di Camp Nou

Quique Setien

Ditunjuk pada Januari 2020 melatih Barcelona, Setien langsung memperlihatkan bagaimana ia memegang teguh filosofi sepak bolanya. Hal itu terjadi ketika Barca menang 1-0 melawan Granada melalui gol Lionel Messi.

"Quique Setien jadi manajer kedua dengan penguasaan bola tertinggi di laga LaLiga (82,6 persen) sejak 2005-06 pasca Pep Guardiola (84 persen pada 2011 dan 83,9 persen di tahun yang sama)," tutur @OptaJose.

Penamaan sepak bola ofensif, penguasaan bola, satu dua sentuhan, dan cepat bergerak itu disebut tiki-taka pada era Pep Guardiola. Di eranya Barcelona memenangi 14 titel bergengsi.

Tiki-taka baru dikenal publik pada era Guardiola, namun uniknya Setien telah lama membicarakannya sejak 1977 atau 43 tahun lalu. Kala itu Setien masih berkarier sebagai pesepak bola profesional di Racing Santander.

Marca menguak wawancara pertamanya pada 1977 dan mantan gelandang tersebut telah membicarakan tiki-taka pada usia 18 tahun - dan kemudian Setien bermain sepak bola profesional hingga 1996 dan memainkan hampir 600 laga.

Wawancara pertama Quique Setien di Marca pada 1977

"Dengar, Minggu pekan lalu, tanpa melangkah lebih jauh, baik Quinito dan Juan Carlos, yang tahu tentang sepak bola, menyuruh saya bermain seolah pertandingan melawan Athletic Club lebih dari tiki-taka," jelas Setien ketika membicarakan pelatihnya di Santander, Nando Yosu di Marca.

J. Chirri selaku koresponden Marca menjelaskan maksud dari pembicaraan Setien kala itu.

"Singkatnya, tiki-taka tidak lebih dari permainan pelatihan skala kecil saat setiap pemain melakukan apa yang dia bisa tanpa tanggung jawab yang berlebihan," tulis penjelasan di Marca.

Tiki-taka versi Setien belum sepenuhnya dipahami pemain Barcelona saat ini, namun jika diberi kesempatan ada kans klub akan kembali memainkan sepak bola yang dahulunya menguasai Eropa.