BolaSkor.com - Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, dikenal dekat dengan sosok Satia Bagdja. Bahkan ketika Satia Bagdja harus menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (3/8), Rahmad Darmawan mengaku sangat kehilangan sosok yang sering berkerja sama dengannya tersebut.

Pria yang kerap disapa RD ini memang sering bekerja sama dengan Satia Bagdja di beberapa tim. Mulai dari Persikota Tangerang, Sriwijaya FC, Persija Jakarta, Arema FC, dan Persebaya Surabaya. Bahkan ketika RD melatih T-Team Malaysia, Satia Bagdja turut mendampinginya.

Tidak hanya di klub saja, ketika melatih Timnas Indonesia U-23 pada saat gelaran SEA Games 2011 dan 2013 lalu, Satia Bagdja juga menjadi sosok penting bersama RD. Maka dari itu, mantan pelatih TIRA-Persikabo ini sangat mengenal dekat sosok Satia Bagdja.

Baca Juga:

Ketum PSSI Berduka atas Wafatnya Satia Bagdja

Sepak Bola Indonesia Berduka Berpulangnya Satia Bagdja

"Saya sangat dekat sekali bahkan sudah saya anggap saudara. Kerja bareng bersamanya mulai dari Persikota, Sriwijaya, Persija, Arema, Persebaya, T-Team Terengganu, sampai Timnas Indonesia U-23 di Sea Games 2011 dan 2013," kata RD ketika dihubungi oleh BolaSkor.com, Selasa (4/8).

"Beliau sosok yang fokus pada bidang kepelatihan khususnya physical trainer, walau juga bisa menangani tim sebagai Head Coach di Timnas Putri dan Persiba Balikpapan. Orang yang enak diajak berdiskusi dan sangat baik pergaulannya dengan teman-teman yang lain dan dengan pemain juga sangat dekat," tambahnya.

RD mengaku ada beberapa momen yang tidak bisa dilupakan ketika berkerja sama dengan Satia Bagdja. Salah satunya ialah ketika menangani Timnas Indonesia U-23 dan bermain di final SEA Games 2011 dan 2013. RD mengatakan bahwa Satia Bagdja yang menguatkannya ketika gagal meraih kemenangan saat itu.

"Jujur banyak sekali pengalaman yang tidak dilupakan dari sosok beliau. Tapi yang paling saya ingat adalah pada saat dua kali final pertandingan SEA Games. Saat itu kami gagal meraih kemenangan dan gagal mendapatkan medali emas," ujar RD.

"Tapi saat itu sosok pak Satia lah yang menguatkan saya dan berusaha bangkit dari kegagalan tersebut. Karena jujur pada saat itu saya sangat kecewa dengan hasil dua kali final tersebut," pungkas pria yang pernah meraih gelar juara Liga Indonesia bersama Persipura Jayapura itu.