BolaSkor.com - Rangkaian pertandingan cabang olahraga (cabor) panahan pada SEA Games 2021 belum juga rampung. Namun kontingen Indonesia telah meraih empat medali emas.

Masa panen tim Indonesia tersaji pada laga final kategori recurve di Hanoi National Sport Training Center, Rabu (18/5). Dari lima nomor, Indonesia menyapu bersih empat emas di antaranya.

Emas pertama dipersembahkan oleh Riau Ega Agata Salsabila, Arif Dwi Pangestu, dan Bagas Alvyanto yang turun di nomor Men's Team Recurve. Mereka berhasil menumbangkan Vietnam dengan skor 6-2.

Medali emas kedua datang dari pasangan Riau Ega dan Rezza Octavia di nomor Mixed Team Recurve setelah menumbangkan Malaysia, 6-2. Nama kedua kemudian meraih emas lagi dari nomor Women's Individual Recurve.

Baca Juga:

SEA Games 2021: Tim Bulu Tangkis Amankan Perak dan Perunggu

SEA Games 2021: Rahasia Comeback Fathur-Citra saat Raih Medali Emas

Sementara emas keempat diraih Arif Dwi dari nomor Men's Individual Recurve. Ia menyudahi perlawanan Riau Ega dalam laga bertajuk All Indonesian Final.

Hasil ini secara otomatis melewati pencapaian tim panahan Indonesia di SEA Games 2019. Ketika itu, hanya dua keping emas yang berhasil dibawa pulang.

Selain itu, raihan empat emas sejauh ini membuktikan lancarnya regenerasi di panahan Indonesia. Level Riau Ega kini mulai didekati para pemanah muda.

Sebagai informasi, Rezza Octavia berstatus debutan pada SEA Games 2021. Masa depannya masih panjang karena baru berusia 21 tahun.

Sementara Arif Dwi memang sudah menjadi bagian tim putra Indonesia yang meraih medali emas SEA Games 2019. Namun kesuksesan atlet berusia 18 tahun itu mengalahkan Riau Ega pada laga final individu merupakan kejutan besar.

Manajer tim panahan Indonesia, Ari Wiranto menjadi salah satu orang yang paling berbahagia dengan kondisi ini. Kerja kerasnya meningkatkan level panahan Indonesia mulai terlihat.

"Permainan para atlet cukup lepas dan gembira sehingga dari lima medali yang diperebutkan, empat untuk Indonesia. Untuk pelatih dan atlet yang all out berjuang di sini, saya terharu dan ucapkan terima kasih kepada mereka," kata Ari Wiranto.

"Kita membuat seluruh atlet diperlakukan dengan adil oleh pelatih dan manajer. Di lapangan kita harus menyatu dan menjadi satu keluarga."

"Mereka tetap akan kita rawat supaya tetap dalam kondisi stabil. Akurasi mereka harus meningkat sehingga anak panah mereka tidak boleh lepas dari nilai 9," tutupnya.

Laporan Langsung Taufik Hidayat dari Vietnam