BolaSkor.com - Isu pemecatan Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United masih beredar kencang di jeda internasional bulan November ini. Usai kepastian Antonio Conte melatih Tottenham Hotspur, beberapa kandidat lainnya masih dimiliki Man United.

Tekanan semakin besar dirasakan Solskjaer terkait hasil-hasil yang dilalui United dalam beberapa laga terakhir. Meski sempat menang 3-0 atas Tottenham dan imbang 2-2 melawan Atalanta, United menelan kekalahan dari Liverpool dan Manchester City.

Liverpool dan Man City adalah dua tim rival langsung United jika mereka berburu titel Premier League. Melawan mereka Red Devils tak berdaya mencetak gol, rapuh dalam bertahan, dan tak punya kolektivitas bermain serta hasrat untuk memenangi duel perebutan bola.

Baca Juga:

Dua Pemain Man United Tertipu Janji Manis Solskjaer

Berubah Pikiran, Rio Ferdinand Kini Ingin Solskjaer Dipecat

Terancam Dipecat, Solskjaer Minta Satu Kesempatan Terakhir kepada Man United

Mengingat Solskjaer sudah menangani United sejak Desember 2018 pasca menggantikan Jose Mourinho, kekalahan dari Liverpool (0-5) dan Man City (0-2) tak bisa ditolerir meski Solskjaer berdalih timnya masih dalam tahap perkembangan.

Setelah gagal mendapatkan Antonio Conte, menurut kabar yang beredar Ralf Rangnick jadi salah satu kandidat selain Erik ten Hag. Pelatih berusia 63 tahun jadi kandidat ideal dengan rekam jejaknya di sepak bola Eropa.

Pelatih yang Dibutuhkan Man United?

Ralf Rangnick

Dengan catatannya sebagai pelatih dan juga beberapa peran sebagai direktur sepak bola, Rangnick memiliki cukup kualitas untuk melatih tim sekaliber Man United. United tapinya juga harus mengingat bagaimana klub kala dilatih Mourinho dan Louis van Gaal.

Rangnick (63 tahun) punya kapasitas untuk membangkitkan United kembali disegani di Eropa dan Inggris, dengan filosofi sepak bola serta proses rekrutmen.

Dalam karier kepelatihannya Rangnick sudah pernah melatih tim-tim Jerman, khususnya kala kinerjanya mendapatkan perhatian lebih di Hannover, Schalke, dan RB Leipzig.

Semenjak pergi dari Leipzig pada 2016 dan 2019 Rangnick sempat dikaitkan dengan Barcelona, Bayern Munchen, AC Milan, dan Inter Milan, tapi tak ada satu pun klub yang benar merekrutnya.

Rangnick dikenal baik di Jerman sebagai guru gegenpressing, filosofi sepak bola yang mengandalkan pressing tinggi, merebut bola cepat, dan melakukan serangan balik cepat dengan efisiensi tinggi.

Ralf Rangnick dan Jurgen Klopp

Filosofi yang dikembangkan Rangnick menjadi inspirasi bagi pelatih-pelatih muda Jerman pada generasi seperti Julian Nagelsmann, Thomas Tuchel, Ralph Hasenhuttl, dan Jurgen Klopp.

Rangnick juga terinspirasi dari nama-nama legendaris seperti Valeriy Lobanovskyi, Arrigo Sacchi, dan Ernst Happel di balik filosofi kepelatihan yang dikembangkannya. Selain itu, Rangnick juga punya catatan bagus yang tak dimiliki pelatih lainnya.

Kendati berstatus pelatih, Rangnick pernah menjabat di bagian direksi sebagai Direktur Olahraga, Kepala Pengembangan Olahraga, dan kini sebagai Kepala Olahraga dan Pengembangan di Lokomotivs Moscow.

Wawasannya akan pengembangan sepak bola serta mata elang dalam melihat talenta pada pemain-pemain muda jadi nilai plus. Di bawah pengawasannya, talenta-talenta seperti Erling Haaland, Sadio Mane, hingga Timo Werner muncul dan kini jadi pemain top di Eropa.

Dengan pengalaman dan wawasan sebagai pelatih serta direktur, Rangnick ideal untuk melatih Man United jika kelak klub memutuskan berpisah dengan Ole Gunnar Solskjaer.