BolaSkor.com - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak melarang para atlet pelatnas berpuasa. Demi menunjang ibadah, organisasi tepok bulu tertinggi di Tanah Air itu turut memastikan kebutuhan kalori Fajar Alfian dkk.

Kebetulan, PBSI memiliki ahli gizi baru yakni dr. Vetinly dan dr. Paulina Toding. Para atlet juga sudah diberitahu hal apa saja yang perlu dijaga bila ingin berpuasa.

Yang perlu diperhatikan atlet agar tetap fit dan imun terjaga saat menjalankan puasa adalah kecukupan kalori, komposisi makanan serta cairan dan elektrolit," pesan Vetinly.

"Bagi atlet yang mau tetap berpuasa, harus memperhatikan asupan makan ketika sahur dan berbuka puasa. Tentu saja selain memperhatikan kecukupan kalori, komposisi makanan yg diasup juga perlu diperhatikan. Yang sebaiknya dikurangi adalah makanan yang tinggi akan lemak jenuh. Perbanyak karbo kompleks, serat dan protein," sambungnya.

Baca Juga:

Garang di Lapangan, Leo Justru Lemah dengan Jarum Suntik

Sebelum Olimpiade Sydney, Ganda Campuran Indonesia Tak Dilirik

Saat sahur dan berbuka, PBSI juga mencukupi kebutuhan protein para atlet. Ada beberapa komponen yang perlu dikonsumsi.

“Menu sahur sebaiknya adalah lengkap mengandung semua makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) serta micronutrien (vitamin dan mineral). Tentu saja diusahakan karbohidrat berasal dari karbohidrat kompleks dan serat yang cukup agar bisa menyediakan energi yang cukup sepanjang hari. Dan tidak lupa asupan protein juga penting untuk memberi efek kenyang lebih lama," ujar Vetinly.

"Untuk buka puasa, sebaiknya diawali dengan air putih satu-dua gelas, lalu dilanjutkan dengan karbohidrat sederhana seperti jus buah atau buah kurma. Untuk menu-menu takjil seperti kolak, yang banyak lemak jenuh, santannya bisa diganti dengan susu low fat atau fiber creme.”