BolaSkor.com - Piala Eropa 2020 telah menyelesaikan matchday 1. Ada sejumlah pemain yang tampil mengagumkan dan menjadi aktor penting di balik kemenangan timnya. Namun, ada juga yang justru tenggelam, meskipun mendapatkan banyak harapan.

Piala Eropa 2020 dibuka dengan duel Italia melawan Turki. Setelah itu, ada sejumlah pertadingan dan insiden menarik yang mewarnai matchday 1. Kemudian, pertandingan Prancis melawan Jerman menjadi penutup pertandingan perdana.

Selama matchday 1, ada beberapa pemain yang menonjol. Mereka memberikan dampak besar untuk timnya. Namun, tak sedikit juga yang tampil mengecewakan.

Berikut ini adalah pemain-pemain yang bersinar dan tenggelam pada matchday 1 Piala Eropa 2020:

Tenggelam

Harry Kane

Harry Kane

Harry Kane mendapatkan tugas sebagai mesin gol Inggris ketika menghadapi Kroasia. Sayangnya, striker Tottenham Hotspur tersebut tidak tampil maksimal dan gagal mencetak gol.

Gareth Southgate memberikan kepercayaan kepada Kane sebagai kapten The Three Lions. Selain kepemimpinan, Kane tentunya diharapkan bisa mencetak banyak gol.

Namun, sang striker justru kesulitan mencari ruang dan melepaskan tembakan. Tak heran, Sothgate memutuskan menarik keluar Kane delapan menit jelang pertandingan berakhir.

Robert Lewandowski

Robert Lewandowski

Robert Lewandowski kembali menunjukkan penampilan tak maksimal bersama timnas Polandia. Padahal, sang striker memiliki catatan apik ketika membela Bayern Munchen pada musim 2020-2021.

Striker 32 tahun itu merupakan peraih penghargaan sepatu emas setelah mengemas 41 gol hanya dalam 29 pertandingan di Bundesliga. Tak heran, harapan besar dibebankan di pundak Lewy ketika menjadi ujung tombak Polandia.

Namun, Lewandowski tidak mendapatkan banyak peluang berarti ketika melawan Slovakia. Penjagaan yang ketat dari Milan Skriniar menjadi satu di antara penyebabnya.

Kai Havertz

Kai Havertz

Jerman terlihat kesulitan membongkar pertahanan Prancis. Satu di antara penyebabnya adalah permainan tidak berkembang dari Kai Havertz.

Kai Havertz menjadi pilihan utama Joachim Low di bagian serang Jerman. Namun, Havertz terlihat tidak berkutik menghadapi pemain belakang dan tengah Prancis yang mengandalkan kekuatan fisik.

Pemain Chelsea itu pun ditarik keluar pada menit ke-74. WhoScored mencatat, Havertz hanya layak mendapatkan nilai 5,5. Itu merupakan yang terendah di antara starter Jerman lainnya, kecuali Thomas Muller yang mendapatkan hasil identik.

Alvaro Morata

Alvaro Morata

Spanyol mendapatkan 17 peluang ketika menghadapi Swedia. Namun, tak satu pun dari tembakan tersebut yang membobol jala gawang tim tamu.

Satu di antara penyebabnya adalah ketajaman Alvaro Morata yang tak terlihat. Padahal, striker Juventus tersebut tak kekurangan peluang mencetak gol. Satu di antaranya adalah ketika Morata tinggal berhadapan dengan kiper.

Tak heran, Morata dijadikan kambing hitam atas hasil minor tersebut. Meski demikian, Luis Enrique tetap membela Morata.

Bersinar

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku

Romelu Lukaku sekali lagi membuktikan diri sebagai satu di antara penyerang tertajam di Eropa. Big Rom mengemas dua gol ketika Belgia menumbangkan Rusia tiga gol tanpa balas.

Lukaku tampil efektif. Ia berhasil mencetak gol pembuka setelah mendapatkan bola dari sisi kanan. Ketika itu, umpan sempat dipotong pemain Rusia. Namun, Lukaku berada di sisi yang tepat.

Gol kedua Lukaku lahir dari serangan balik cepat. Meskipun mendapatkan penjagaan, striker Inter Milan itu berhasil menempatkan bola ke sudut yang sulit digapai kiper Rusia.

Ciro Immobile

Ciro Immobile

Ciro Immobile adalah inspirasi kemenangan Italia atas Turki. Tak hanya mencetak gol, Immobile juga memberikan assist pada duel tersebut.

Immobile membuktikan jika Roberto Mancini tak salah menunjuknya sebagai striker utama Italia. Meskipun sempat kesulitan, penyerang Lazio itu mencatatkan namanya di papan skor. Immobile berada pada posisi yang tepat.

Selain itu, ia juga membuktikan diri sebagai pemain yang tidak tamak. Meskipun punya peluang menembak langsung, Immobile dengan cermat memberikan umpan pada Lorenzo Insigne yang berada di posisi lebih bebas.

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

Upaya tak kenal lelah Cristiano Ronaldo menggempur pertahanan Hungaria akhirnya berbuah hasil manis. CR7 mengemas dua gol dan membawa Portugal unggul 3-0.

Awalnya, Portugal sempat menemui jalan buntu dalam membongkar pertahanan Hungaria. Beberapa kali serangan yang dibangun selalu mentok di lini pertahanan tuan rumah.

Namun, dalam 10 menit akhir, Portugal tampil impresif dan memanfaatkan momen dengan baik. Dua gol Ronaldo dan sebiji gol Raphael Guerreiro menghadirkan tiga poin.

Milan Skriniar

Milan Skriniar

Milan Skriniar menorehkan nilai positif pada pertandingan melawan Polandia. Tak hanya membuat pertahahan Slovakia sulit ditembus, bek Inter Milan itu juga mencetak gol kemenangan.

Peran utama Skriniar adalah meredam ketajaman Robert Lewandowski. Skriniar tampil kukuh dan jarang membiarkan pemain lawan melepaskan tembakan.

Ketika duel sama kuat 1-1, Skriniar muncul sebagai pahlawan. Mantan penggawa Sampdoria itu mencetak gol lewat tendangan dari dalam kotak penalti. Tak heran, Skriniar terpilih sebagai pemain terbaik laga.