BolaSkor.com - Salah satu musim yang paling dramatis dalam sejarah Premier League akhirnya ditutup dengan Manchester City sebagai juara. City juara dengan selisih tipis.

The Citizens mempertahankan titel juara Premier League setelah unggul satu poin dari Liverpool lewat pertarungan sengit sepanjang musim. Sementara pada pertarungan di lapis dua, Chelsea dan Tottenham Hotspur memenangi persaingan di empat besar atas Arsenal dan Manchester United.

Sedangkan di ujung bawah klasemen, Huddersfield dan Fulham sudah memastikan diri terdegradasi beberapa pekan sebelum musim berakhir. Keduanya disusul oleh Cardiff City.

Meski terlihat seperti hanya dua klub yang bertarung, Premier League musim ini sangat berwarna. Ada klub besar yang justru menuai pencapaian buruk, ada pula tim yang di luar dugaan menggapai hasil bagus.

Berikut rapor dari 20 tim Premier League musim 2018-19.

Baca Juga:

Pengeluaran 400 Juta Poundsterling yang Tidak Mengubah Man United dari Era Moyes hingga Solskjaer

Ada Apa dengan Manchester United Musim Ini? (Video)


Arsenal
Nilai: B-

Tidak konsisten menjadi tajuk pada penampilan Arsenal di bawah arsitek baru, Unai Emery. Beruntung, meski gagal masuk empat besar -- yang biasanya menjadi target di masa Arsene Wenger -- Arsenal masih bisa lolos ke final Liga Europa. Jika menjadi juara, kegagalan ke empat besar akan terbayar karena mereka akan berhak tampil di Liga Champions sebagai kampiun Liga Europa.

Yang patut digarisbawahi dari Arsenal musim ini adalah buruk penampilan saat laga tandang, plus buruknya lini pertahanan. Beruntung Arsenal memiliki duet maut, Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette.


Bournemouth
Nilai: B

Meski tak menyolok, Bournemouth menikmati musim ini. Raihan impresif 20 poin di 10 laga awal menjadi dasar bagi armada Eddie Howe memantapkan posisi di papan tengah.

Salah catatan gemilang yang dicatat Bournemouth adalah ketika menghantam Chelsea empat gol tanpa balas. Penampilan apik Bournemouth membuat salah seorang bintangnya mencatat debut bersama tim nasional Inggris.


Brighton
Nilai: C

Brighton harus berjuang keras untuk selamat dari degradasi. Kondisi ini tidak lepas dari penampilan buruk Brighton pada 2019 dimana mereka hanya bisa meraup 11 poin dari 54 yang tersedia. Parahnya pada periode yang sama mereka cuma bisa mencetak 13 gol.

Meski selamat dari degradasi, Brighton akhirnya memutuskan untuk memecat Chris Hughton usai laga terakhir. Hughton dipecat setelah lima musim menjadi arsitek The Seaguls.


Burnley
Nilai: C-

Musim lalu, Burnley berhasil menempati posisi ketujuh klasemen. Kali ini Burnley keteteran untuk menyamai pencapaian tersebut.

Harus tampil di Liga Europa dan badai cedera membuat sang pelatih, Sean Dyche, kesulitan menerapkan formula andalannya. Alhasil, Burnley justru lebih sering bertarung untuk menjauh dari zona degradasi.