BolaSkor.com - Penjaga gawang Real Madrid, Keylor Navas, angkat bicara mengenai era kepelatihan Santiago Solari. El Real tidak lagi dilatih oleh Solari setelah menunjuk Zinedine Zidane, 10 bulan setelah Zidane mengundurkan diri sebagai pelatih Madrid.

Solari merupakan pelatih kedua yang ditunjuk jajaran direksi Madrid musim ini kala memecat Julen Lopetegui, pelatih yang ditunjuk menggantikan Zidane di awal musim 2018-19. Solari dianggap gagal mengangkat performa Madrid.

Klimaks dari kepemimpinan Solari terjadi setelah Madrid kalah tiga kali beruntun di seluruh kompetisi: dua kali beruntun melawan Barcelona dan satu laga melawan Ajax Amsterdam. Los Blancos langsung tersingkir dari Copa del Rey, Liga Champions, dan terpaut jauh dari Barcelona di LaLiga (12 poin).

Kekalahan beruntun itu diyakini membulatkan keputusan Florentino Perez, Presiden Madrid, untuk memecat Solari dan menunjuk pelatih baru. Nama Jose Mourinho sempat naik ke permukaan. Namun pada akhirnya klub menunjuk kembali Zidane sebagai pelatih hingga 2022.

Baca Juga:

Revolusi Real Madrid Libatkan Pemain-pemain dari Serie A

Courtois Emoh Dijadikan Alat Real Madrid Datangkan De Gea

Punya Bekal 300 Juta Pounds, Zidane Berjanji Real Madrid Aktif di Bursa Transfer

Zinedine Zidane dan Keylor Navas

Beberapa pemain diyakini bahagia atas penunjukkan Zidane. Mereka yang jarang bermain di bawah asuhan Solari seperti: Isco, Marcelo, dan Keylor Navas, langsung menjadi starter di LaLiga saat Madrid menang 2-0 atas Celta Vigo.

Hal itu terbukti melalui komentar Navas. Kiper berusia 32 tahun tidak pernah jadi pilihan utama di bawah asuhan Solari, yang memilih Thibaut Courtois sebagai kiper utama Madrid di LaLiga dan Liga Champions.

"Saya pernah punya perasaan, apapun yang saya lakukan di sesi latihan, saya tidak akan bermain (di bawah asuhan Solari)," ujar Navas, seperti dilansir dari Goal.

"Tapi saya selalu jadi pemain yang profesional. Saya selalu termotivasi melakukan hal-hal dengan baik karena saya merasa terhormat," lanjut penjaga gawang berpaspor Kosta Rika.

Navas sudah memasuki tahun kelimanya dengan Madrid. Kontrak mantan kiper Levante masih tersisa hingga 2021 dan ia ingin menyelesaikan kontrak tersebut dengan satu syarat: bermain reguler.

"Saya punya kontrak (di Madrid). Antusiasme saya selalu ada di Real Madrid dan saya fokus dengan hal-hal yang akan datang," tambah Navas.

"Saya telah memberikan segalanya untuk klub ini dan saya akan terus memberikannya selama saya di sini, tapi saya tak ingin menghabiskan setahun lagi di sini jika situasinya seperti itu (pemain cadangan)," pungkasnya.

Ketimbang Courtois yang baru datang dari Chelsea, Navas sudah memperlihatkan kelayakannya sebagai kiper nomor satu Madrid yang dapat diandalkan. Selama lima tahun memperkuat Madrid, Navas sudah meraih tiga titel Liga Champions, satu LaLiga, Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa, dan empat Piala Dunia Antarklub.