BolaSkor.com - Tidak pernah ada istilah "mudah" ketika berbicara mengenai Real Madrid. Skuat mereka memang bertabur bintang dan klub dipenuhi sejarah besar kesuksesan di Spanyol dan Eropa. Namun, tidak cukup banyak pelatih yang bisa bertahan lama di sana.

Di era milenial, El Real seolah berubah menjadi 'kuburan' bagi pelatih-pelatih asal Spanyol. Klub Ibu Kota Spanyol tapi tidak bersahabat bagi pelatih lokal, ironis. Tengok saja kiprah pelatih-pelatih asal Spanyol di Madrid dalam sedekade lebih di masa lalu.

Hanya Vicente Del Bosque yang terhitung berhasil meraih trofi dengan Madrid. Sisanya? Bertahan lebih dari semusim saja sudah bagus. Jose Antonio Camacho, Mariano Garcia Remon, Juan Ramon Lopez Caro, Juande Ramos, Rafael Benitez, adalah korban pemecatan Madrid.

Kini, Julen Lopetegui berpotensi mengikuti nasib yang sama. Madrid tidak pernah menang di empat laga beruntun di seluruh kompetisi dan tiga di antaranya berakhir dengan kekalahan: 0-3 kontra Sevilla, 0-1 melawan CSKA Moscow, dan 0-1 kontra Deportivo Alaves.

Posisi Lopetegui sebagai pelatih Madrid terancam pemecatan. Situasi itu turut dikomentari oleh Pako Ayestaran, pelatih asal Spanyol yang pernah jadi asisten pelatih Benitez. Ia juga sepakat jika Madrid disebut sebagai kuburan bagi pelatih-pelatih asal Spanyol.

"Pelatih-pelatih Spanyol tidak hanya meraih hasil-hasil yang bagus, tapi mereka juga pergi dengan meninggalkan kesan dan menunjukkan metodologi yang kami gunakan. Kendati demikian, sepertinya Real Madrid 'memakan' pelatih-pelatih Spanyol," ucap Ayestaran kepada Radio Marca.

"Anda harus berada di dalamnya dan hidup dengan situasi yang dilalui dari hari ke hari untuk memiliki argumen lebih, meskipun ini semua mengejutkan," lanjut pria berusia 55 tahun tersebut.

Tekanan termasuk salah satu faktor yang menyulitkan pelatih bertahan lama di Madrid. Lopetegui paling parah merasakannya karena ia datang langsung sebagai pengganti Zinedine Zidane yang sudah meraih tiga titel Liga Champions beruntun, plus klub ditinggal megabintang yang sudah bertahan selama sembilan tahun, Cristiano Ronaldo.