BolaSkor.com - Real Madrid tersingkir dari Liga Champions 2019-20. Los Blancos terdepak setelah pada 16 besar dibekuk Manchester City dengan agregat 2-4.

Melihat ke belakang, Real Madrid memiliki kenangan buruk pada putaran kedua atau lebih dikenal 16 besar di ajang Liga Champions. Tidak heran jika Madrid saat ini kembali terkena 'kutukan'.

Dalam dua musim beruntun sebelumnya, Real Madrid selalu tersingkir dari Liga Champions di babak perempat final. Hasil itu dikecap setelah sebelumnya mereka mendominasi ajang ini dalam rentang satu dekade.

Baca Juga:

Pertarungan Lini Tengah Manchester City Vs Real Madrid, The Sky Blues Unggul Rp3,6 Triliun

Zidane Beberkan Alasan Absennya Bale dalam Skuat Real Madrid Kontra Manchester City

Juventus 2-1 Lyon: Dua Gol Cristiano Ronaldo Tak Cukup Bawa Bianconeri ke Perempat Final

Akan tetapi pada dekade awal abad ke-21, Real Madrid memiliki rentetan hasil mengecewakan. Los Blancos tercatat selalu tersingkir di babak 16 besar dalam enam musim beruntun antara 2004-05 hingga 2009-10. Rentang yang menjadi noda bagi Madrid hingga saat ini.

Kedatangan Jose Mourinho mengubah peruntungan Real Madrid. Di bawah Mourinho, Real Madrid mampu tiga kali lolos ke semifinal Liga Champions.

Real Madrid mampu menjadi penguasa Eropa pada 2013-14, di mana mereka akhirnya mampu meraih La Decima. Selepas itu Real Madrid sepertinya sudah mematahkan tren buruk atau kutukan.

Barcelona kemudian menjadi juara Liga Champions musim berikutnya. Barca mengalahkan Juventus yang menyingkirkan Real Madrid di semifinal.

Selanjutnya, Madrid mengukuhkan dominasi mereka dengan meraih trofi Liga Champions tiga musim beruntun, 2015-16, 2016-17, dan 2017-18.

Mungkinkan kini Real Madrid kembali ke fase tren buruk di babak 16 besar Liga Champions? Apakah kutukan itu kembali?