BolaSkor.com - Red Bull mengonfirmasi akan mengakhiri kerja sama dengan Aston Martin pada akhir musim F1 2020. Hal itu disebabkan investasi pemilik Racing Point, Lawrence Stroll.

Lawrence Stroll mengakuisisi 16,7 persen saham Aston Martin pada Jumat (31/1). Pengusaha asal Kanada itu membeli saham tersebut dengan nilai 182 juta pounds.

Setelah mengakuisisi Aston Martin, rupanya Lawrence Stroll memiliki ambisi mengubah brand Racing Point. Mulai musim 2021, Stroll berniat membuat tim dengan proyeksi 10 tahun.

Baca Juga:

Ross Brawn: "Lewis Hamilton Pembalap Terkuat Kurun Waktu 15 Tahun Terakhir"

Petronas Pemasok Bahan Bakar Moto3 dan Moto2, Ekspansi Malaysia di Motorsport Semakin 'Mengerikan'

Padahal Aston Martin telah menjalin kerja sama dengan Red Bull sejak 2018. Dalam rilis yang dikeluarkan oleh Red Bull, kedua belah pihak menyebutkan bakal tetap melanjutkan kerja sama hingga akhir musim.

"Setelah pengumuman Aston Martin Lagonda hari ini, tim dapat mengonfirmasi kerja sama akan tetap berlangsung hingga akhir musim 2020. Namun, tidak ada perpanjangan," tulis pernyataan resmi Red Bull.

"Red Bull Racing telah sepakat melepas Aston Martin dari klausul eksklusif F1. Hal itu membuat bisa ada investasi dan peluang alternatif bisa terjadi."

"Red Bull akan terus bekerja sama dengan Aston Martin untuk membuat Valkyrie. Mobil pertama bakal dirilis pada akhir tahun. Kami berterima kasih untuk Aston Martin atas dukungan mereka selama empat tahun."

"Semasa itu, kami meraih 12 kemenangan, 50 podium, dan 6 pole positions. Kami berharap yang terbaik untuk Aston Martin pada masa depan dan fokus sepanjang sisa musim 2020."