BolaSkor.com - Rekor dunia Guiness mencatatkan banyak rekor-rekor unik di dunia, salah satu rekor itu adalah penilik tendangan terkuat dunia sepak bola yang uniknya bukan dipegang oleh pemain-pemain terkenal.

Melihat kategori tendangan terkuat dunia sepak bola itu mengarahkan pikiran kepada nama-nama top, dengan kelebihan dalam melepaskan tendangan jarak jauh dengan keras dan kuat, seperti: Roberto Carlos, Adriano, dan John Arne Riise.

Akan tapi tidak ada di antara mereka yang memiliki rekor dunia Guiness pada kategori tersebut. Rekor itu mencatatkan tendangan terkuat dengan kecepatan 129 kilometer per jam. Siapa dia? Ya dia adalah Javier Galan.

Javi Galan

Namanya tidak setenar Cristiano Ronaldo, Roberto Carlos, Riise, atau Adriano, maklum saja sepanjang kariernya Javier Galan lebih banyak menghabiskan kariernya di divisi bawah sepak bola Spanyol seperti Fuencarral.

Galan memecahkan rekor dunia penendang terkuat dunia di Spanyol 19 tahun silam, mengalahkan catatan kecepatan tendangan 121 kilometer per jam milik Roberto Carlos.

"Dia (Carlos]) menembak di 121 kilometer per jam dan Lima, di Levante, berada (pada kecepatan) 122 kilometer per jam. Saya mencoba dan menang dengan (kecepatan) 138 kilometer per jam," terang Galan kepada AS.

Javi Galan menjelaskan momen ketika ia mencatatkan rekor dunia itu pada 2001. Catatan itu dibuat ketika tim Guiness mulai menghitung kecepatan bola ketika ditendang olehnya.

"Jarak yang dicatat adalah penalti normal. Mereka mengukurnya dari saat bola meninggalkan kaki Anda," tambah Javi Galan.

"Kamera fokus pada titik setelah koneksi dengan bola. Untuk Guinness, mereka hanya memberi Anda tiga kans (menendang bola). Anda pergi lalu menendang bola dan milik saya keluar dengan kecepatan 129 kilometer per jam," imbuh dia.

Terakhir Galan berbagi cerita mengenai rahasia di balik tendangan kuatnya itu yang terinspirasi dari cara Cristiano Ronaldo menendan bola.

"Cristiano menendang bola sekitar 117 kilometer per jam. Tendangan saya normal. Saya tidak berlari ke samping, saya melakukannya dengan lurus," imbuh Galan.

"Ketika saya datang dari futsal, saya menendang bola dengan punggung kaki tetapi lebih jauh ke dalam. Ini adalah pukulan yang sangat kering. Itu tidak membuatnya melengkung, bola lurus," urai dia.