BolaSkor.com - Kegagalan melaju ke perempat final Liga Champions 2019-2020 dianggap publik sebagai alasan lengsernya Maurizio Sarri dari kursi pelatih Juventus. Hal itu ternyata tak sepenuhnya benar.

Kemenangan atas Olympique Lyon dengan skor 2-1 pada leg kedua babak 16 besar tak cukup membuat Juventus bertahan di turnamen antarklub elite Eropa. Bianconeri kalah agresivitas gol tandang meski secara agregat sama kuat 2-2.

Tak lama setelah pertandingan usai, Juventus memecat Sarri. Jasa sang pelatih merebut Scudetto seperti tak berarti akibat kegagalan ini.

Baca Juga:
Belum Genap 24 Jam Maurizio Sarri Angkat Kaki, Juventus Tunjuk Andrea Pirlo Jadi Pengganti

Juventus yang Mendambakan Zinedine Zidane

Maurizio Sarri dan 7 Pelatih yang Dipecat setelah Jadi Juara Liga

Direktur olahraga Juventus, Fabio Paratici membantah anggapan tersebut. Ia menilai rencana memecat Sarri sudah dipikirkan sebelum laga kontra Lyon.

“Kami sudah melakukan evaluasi kami sebelum hasil Lyon. Kami sudah mengatakan, satu pertandingan tidak menentukan masa depan seorang pelatih," kata Paratici kepada Sky Sport Italia.

"Evaluasi kami didasarkan pada seluruh musim dan bukan hanya satu pertandingan."

Sepanjang musim ini, rumor pemecatan Sarri memang terus berhembus. Hal itu tak lepas dari sejumlah hasil buruk yang dialami Juventus salah satunya takluk di final Coppa Italia.

Selain itu, Sarri dinilai tidak memiliki hubungan yang baik dengan para pemainnya. Hal tersebut nampaknya menjadi bahan pertimbangan manajemen Juventus juga.

Rumor pemecatan Sarri mereda setelah ia mempersembahkan trofi Serie A. Petinggi Juventus bahkan menjamin sang pelatih akan tetap menangani Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan hingga musim depan.

Namun hal itu kini terbukti hanya sekadar basa-basi. Sarri bahkan seperti tak diberikan kesempatan memberikan pembelaan terkait kegagalan di Liga Champions.