BolaSkor.com - Bali United beruntung bisa memiliki empat stopper tangguh. Siapapun yang dipasang, pertahanan tim Serdadu Tridatu sulit ditembus. Sistem rotasi membuat empat pemain berkualitas ini punya percaya diri tinggi.

Willian Pacheco menjadi stopper yang sulit digantikan. Bek asal Brasil bukan saja tangguh di belakang, namun juga tajam saat membantu serangan. Tercatat dua gol sudah dicetaknya.

Willian Pacheco pernah diduetkan dengan Leonard Tupamahu, Haudi Abdillah dan Gunawan Dwi Cahyo. Kombinasi ini terbilang bagus. Dari 12 pertandingan, Bali United baru kebobolan delapan gol.

Partai melawan TIRA-Persikabo di Stadion Pakansari Bogor, Kamis (15/8), sangat menarik. Empat pemain dibawa ke Bogor. Artinya, kemungkinan dimainkan sama besar. Biasanya, Teco baru mengumumkan beberapa jam sebelum laga.

Baca Juga:

Taktik Bali United Bersiap Akhiri Rekor TIRA-Persikabo

Pandangan Teco soal Ganasnya Lini Depan TIRA-Persikabo

Bagi Haudi, sistem rotasi ini bisa diterima para pemain. Buktinya, meski duet berbeda-beda, pertahanan Bali United tetap kokoh.

"Rotasi ini jalan cukup bagus, tim Bali United tidak bergantung sama satu pemain. Jadi, siapa yang siap, dia akan berikan yang terbaik di lapangan, semua saling support," ucap Haudi.

Haudi mengaku dalam kondisi siap jika dipilih Teco. Sistem rotasi membuat semua pemain sangat serius dalam latihan. Ketika kesempatan datang, pemain tak akan mengecewakan pelatih. Itulah yang membuat Bali United tak kesulitan menghadapi jadwal ketat.

"Dengan jadwal yang berdekatan, tetap ada peluang rotasi, siapa pun bisa bermain. Tinggal siapa yang lebih siap, dia yang akan bermain," tuturnya.

Menatap empat partai berdekatan ini, Haudi menyebut semua pemain dalam semangat tinggi. Kemenangan 4-1 atas Semen Padang menjadi modal bagus yang ingin dilanjutkan lagi.

"Insyaallah, empat pertandingan kedepan, kita akan berjuang untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan," pungkasnya. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)