BolaSkor.com - Di kala tim-tim lain sibuk mencari pemain anyar untuk diboyong di bursa transfer musim panas, mencari manajer atau pelatih baru, AC Milan justru disibukkan dengan urusan internal yang diprediksi akan mengalami revolusi musim depan.

Rossoneri, terlepas dari kepastian bermain di Liga Champions musim depan atau tidak, diprediksi Calciomercato akan mengalami perubahan manajerial dan manajemen di musim 2019-20. Perubahan itu melibatkan Leonardo, Paolo Maldini, dan Gennaro Gattuso.

Diyakini oleh Corriere dello Sport, Ivan Gazidis, CEO Milan, ingin mengubah manajemen Milan seperti halnya Arsenal. Gazidis mengandalkan agen super Eropa, Jorge Mendes, untuk membawa dua kliennya dari AS Monaco: Luis Campos dan Leonardo Jardim.

Baca Juga:

Konflik Memanas, Leonardo Akan Tinggalkan AC Milan

Tak Puas dengan Gattuso, AC Milan Kembali Lirik Mantan Pemain

Selain Leonardo, Masa Depan Paolo Maldini di AC Milan Juga Tanda Tanya

Gennaro Gattuso

Campos, akan mengisi posisi Direktur Olahraga Milan yang sekarang ditempati Leonardo. Sementara Jardim menggantikan Gattuso sebagai pelatih Alessio Romagnoli dkk. Elliott, Pemilik Milan, dikabarkan menyukai Jardim.

Jardim, 44 tahun, mampu memaksimalkan skuat AS Monaco yang berisikan pemain-pemain muda-berpengalaman dan berhasil menjuarai Ligue 1 2016-17.

Jardim juga pintar mengembangkan talenta-talenta muda seperti: Kylian Mbappe, Bernardo Silva, Tiemoue Bakayoko, Fabinho, dan Benjamin Mendy - semuanya telah hengkang ke klub lain. Pada tahun yang sama, pelatih asal Portugal membawa Monaco menembus semifinal Liga Champions.

Leonardo Jardim

Selain itu, mantan pelatih Olympiacos dan Sporting Lisbon itu juga memiliki filosofi sepak bola ofensif. Singkat kata, dibandingkan dengan Pep Guardiola, Massimiliano Allegri, Jose Mourinho, Jurgen Klopp, Jardim dianggap bak pelatih yang overrated (tidak terlalu disorot, tapi hebat) di Eropa.

Elliott disinyalir sudah cukup sabar dengan Gattuso yang sudah melatih Milan sejak 2017. Penampilan Milan angin-anginan di bawah asuhannya dan musim ini, setelah sempat masuk empat besar (zona Liga Champions), Milan justru kembali merebutkan zona tersebut.