BolaSkor.com - Para suporter AC Milan tentu masih mengingat gol Ricardo Kaka ke gawang Mancheser United pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2006-2007. Pemain asal Brasil tersebut mengontrol bola dengan kepalanya dan berlari meninggalkan Darren Fletcher. Setelah itu, Gabriel Heinze dan Patrice Evra dibuat saling
bertabrakan karena salah mengantisipasi pergerakannya.

Pada pertandingan itu, pemain yang memiliki nama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite tersebut mendulang dua gol. Meski pada akhirnya Il Diavolo Rosso kalah 3-2, gol tersebut tetaplah menjadi satu di antara gol yang paling berkesan dari Kaka ketika masih berseragam Milan.

Kaka berhasil membawa AC Milan merengkuh beberapa titel bergengsi seperti gelar Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions. Bahkan, Kaka meraih Ballon d'Or 2007 ketika membela panji Rossoneri.

Setelah memutuskan gantung sepatu pada 17 Desember 2017, Kaka kembali muncul ke depan publik dengan mengungkapkan beberapa penyesalan sepanjang kariernya.

Ricardo Kaka (Zimbio)

Seperti pesepak bola lainnya, Kaka juga tidak lepas dari kesalahan dalam membuat keputusan. Pria 35 tahun tersebut mengaku menyesal meninggalkan AC Milan dan memilih bergabung dengan Real Madrid.

"Pada 2009, saya menerima proposal dari Madrid, namun setelah itu saya benar-benar hancur. Saya tidak dapat meniru apa yang telah saya lakukan untuk Milan," kata Kaka seperti dilansir UOL.

Ketika itu, beberapa media Spanyol mengabarkan jika Jose Mourinho lah yang menjadi akar masalah di balik anjloknya performa sang megabintang. Hal tersebut pun diamini oleh Kaka.

"Saya benar-benar tersesat. Di Italia, semua orang mencintai saya. Namun, di Spanyol mereka semua ingin saya pergi begitu saja. Selain itu, masalah kian bertambah karena Jose Mourinho sangat sulit untuk bekerja sama," sambung Kaka.