BolaSkor.com - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts akui terjadi perbedaan permainan saat menghadapi Persebaya Surabaya di babak delapan besar Piala Menpora 2021, Minggu (11/4). Antara babak pertama dan babak kedua.

Pelatih asal Belanda ini mengatakan perbedaan itu jelas terlihat jika dilihat dari sudut pandang teknis. Menurutnya, di babak pertama, Persib tampil baik dan lebih dominan dibandingkan Persebaya.

Terbukti, tiga gol mampu dilesatkan Persib. Masing-masing melalui Ezra Walian di detik ke-40, Wander Luiz di menit ke-6 dan Nick Kuipers di menit ke-37.

"Lalu kami sudah berdiskusi, di jeda usai babak pertama. Saya berkata 'jika kalian ada di ruang ganti lawan, kalian akan keluar bertanding dengan mental bahwa kalian bermain untuk dua orang karena mereka kekurangan satu pemain'. Dan setiap tim yang kekurangan jumlah pemain itu mencetak gol melalui serangan balik atau set piece," ujar Robert Rene Alberts di Sleman, Yogyakarta, Senin (12/4).

Benar saja, Persebaya harus kehilangan satu pemainnya tepat di masa injury time babak pertama. Sang kiper, Satria Tama diganjar kartu merah lantaran mencoba menghalau bola menggunakan tangan di luat kotak penalti.

Baca Juga:

Tiga Pemain Persib Cedera Usai Kalahkan Persebaya, Termasuk Ezra Walian

Piala Menpora 2021: Tekuk Persebaya, Persib Susul Persija dan PSM

"Jadi kami harus menjaga konsentrasi tetap tinggi dan keluar bertanding dengan pemikiran laga ini masih 0-0. Jadi pemain sebenarnya memulai babak kedua seperti di babak pertama," kata Robert.

Beruntung, Persebaya hanya mampu mencetak dua gol. Masing-masing melalui Arif Satria di menit ke-62 dan Syaiffuddin di masa injury time babak kedua. Sehingga laga berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Persib.

"Terkadang kami kehilangan energi dan tim lain mencetak gol melalui set piece. Itu mengangkat spirit mereka dan satu pemain kami juga dikartu merah. Itu membuat spirit mereka menjadi lebih tinggi lagi karena merasa punya peluang dan itu normal di sepak bola," tuturnya.

Pelatih berusia 65 tahun ini memaklumi dengan kondisi itu. Dia juga tidak akan menyalahkan para pemainnya lantaran situasi tersebut kerap terjadi di dunia sepak bola.

"Yang terbaru, tim dengan persiapan yang bagus seperti Manchester City dikalahkan Leeds United contohnya. Menchester City memiliki 29 kesempatan dan hanya mencetak satu gol. Tapi Leeds hanya mempunyai dua kesempatan dan keduanya menjadi gol untuk memenangkan pertandingan. Padahal mereka sudah melakukan persiapan dengan baik, sudah memainkan Liga," katanya.

Robert mengaku tidak memiliki keinginan khusus yang ditunjukan kepada para pemainnya. Sebab menurutnya, yang paling penting adalah timnya bisa mencapai target yang diembankan selama mengarungi Piala Menpora 2021.

"Kami ingin melaju sejauh mungkin di turnamen ini dan saya tidak melihat performa secara keseluruhan, tapi saya ingin melihat apa yang harus dibenahi," ujarnya.

"Dari laga kemarin, kami bisa melihat faktor lain yang harus kami perbaiki dan itu bagus, memang itu fungsi turnamen ini, bukan soal bagaimana memainkan sepak bola layaknya Piala Dunia," pungkasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)