BolaSkor.com – Istilah tua-tua keladi dalam sepak bola itu eksis. Benar ada. Tengok saja Zlatan Ibrahimovic yang masih bermain di AC Milan pada usia 38 tahun, lalu ada Cristiano Ronaldo yang masih tetap prima pada usia 35 tahun dengan Juventus. Mereka bak istilah anggur merah yang semakin membaik ketika semakin bertambah tua.

Kecepatan dan stamina para penggawa veteran itu memang berkurang, namun semua itu ditutupi dengan pengalaman dan kualitas bermain. Selain keduanya satu nama yang paling mencuri perhatian seiring dimulainya sepak bola di tengah pandemi virus corona adalah penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski.

Teranyar Lewandowski mencetak dua gol ketika Bayern menang 3-1 atas Freiburg di Bundesliga. Dua golnya itu menambah jumlah golnya di Bundesliga menjadi 33. Menurut laman resmi Bundesliga itu adalah rekor baru.

Lewandowski mengalahkan Pierre-Emerick Aubameyang, eks penyerang Borussia Dortmund sebagai pemain asing dengan jumlah gol terbanyak dalam semusim di Bundesliga.

Baca Juga:

Lewandowski Hampir Berpaling dari Munchen demi Berduet dengan Cristiano Ronaldo di Real Madrid

5 Pemain Kunci Bayern Munchen di Balik Keberhasilan Meraih Titel Bundesliga ke-30

Sentuhan Emas Hansi Flick di Bayern Munchen yang Berbuah Titel Bundesliga ke-30

Robert Lewandowski semakin tajam pada usia 31 tahun

Selain itu juga Lewandowski juga bergabung dengan dua nama legendaris, Dieter Muller dan Gerd Muller sebagai salah satu dari tiga pemain yang mencetak 32 gol atau lebih dari semusim di Bundesliga. Ketajaman golnya membantu Bayern memperpanjang rekor tak pernah kalah di liga menjadi 19 kali.

Hebatnya lagi kemenangan Bayern atas Freiburg itu diraih ketika Die Roten sudah menjadi juara Bundesliga untuk kedelapan kali beruntun (titel ke-30). Bayern arahan Hans-Dieter Flick tampil professional untuk menyelesaikan liga.

Terlepas dari keputusan hebat direksi menunjuk Hansi Flick pada November lalu menggantikan Niko Kovac, performa Lewandowski secara individu memang hebat. Patut diingat usianya sudah berumur 31 tahun.

“Kami memanggilnya ‘Lewangoalski’ karena alasan itu. Dia striker top, penyerang top di dunia. Datang dan mencetak 31 gol sangatlah luar biasa hebat,” tutur bek kiri Bayern, Alphonso Davies memuji Lewandowski beberapa waktu lalu.

Cerita Gagal Gabung Blackburn Rovers

Robert Lewandowski kala masih membela Lech Poznan

Cerita ini bisa jadi sudah diketahui banyak orang. Pada 2010 Lewandowski di persimpangan jalan kala masih memperkuat Lech Poznan. Kala itu ia belum dikenal dan Marytn Glover, Ketua Pemandu Bakat Blackburn Rovers menyarankan klub untuk merekrutnya.

Blackburn besutan Sam Allardyce tengah mencari penyerang tengah karena striker yang dimiliki tak meyakinkan: Jason Roberts, Franco Di Santo, Nikola Kalinic, dan David Hoilett. Sementara Blackburn punya pemain kreatif seperti David Dunn dan Morten Gamst Pedersen.

Lewandowski mencetak 21 gol dari 34 laga saat itu dan Blackburn sudah sepakat membelinya sebesar empat juta poundsterling. Akan tapi sebuah bencana alam gunung meletus di Pegunungan Eyjafjallajokull, Islandia, menunda penerbangan di bagian Utara Eropa termasuk penerbangan Lewandowski ke Inggris.

Lewandowski urung ke Blackburn dan Dortmund merekrutnya. Glover yang kini bekerja di Southampton bisa jadi hanya geleng-geleng kepala melihat targetnya menjadi mesin gol mematikan di Jerman dengan Dortmund dan Bayern.

Transformasi Tubuh Robert Lewandowski

10 tahun berkarier di Jerman Lewandowski sudah mematenkan namanya di antara penyerang top Eropa. Tubuhnya pun ideal dengan tinggi badan 1,84 meter: unggul duel bola udara, punya kekuatan fisik untuk menahan bola.

Tapi tahukah Anda, Robert Lewandowski tidak memiliki tubuh ideal seperti ini sebelumnya. Pada 2006 Lewandowski dilepas Legia Warsaw karena … kekurusan.

“Dia (Lewandowski) sangat kurus. Kakinya seperti stik (rapuh dan kurus) dan saya selalu takut ada pemain lain yang akan mematahkannya,” ucap Krzysztof Sikorski, mantan pelatih Lewandowski.

Betapa kurusnya Lewandowski itu sedianya menjadi enigma mengingat silsilah dunia olahraga yang kuat dari keluarganya. Ayah Lewandowski, Krzsztof juara judo Polandia dan juga bisa bermain sepak bola. Ibuhnya, Iwona pevoli profesional, dan kakaknya Milena pevoli kompetitif.

Lantas bagaimana Lewandowski membentuk tubuhnya?

Anna Stachurska dan Robert Lewandowski

Jawaban sederhana dari pertanyaan itu jelas karena ia bekerja keras dan terus berlatih. Akan tapi ada faktor lainnya yang membantu transformasi tubuh Lewandowski. Faktor itu adalah istri Lewandowski, Anna Stachurska.

Anna adalah peraih medali perunggu dunia karate pada 2013 dan juga terkenal sebagai nutrisionis olahraga. Anna membantu Lewandowski membentuk tubuh yang ideal dengan makan dan minum yang teratur, waktu tidur teratur, dan olahraga yang cukup.

"Begitu sukses adalah pendekatan Lewandowski untuk nutrisi dan kebugaran sehingga di Dortmund ia dijuluki 'Tubuh' oleh rekan satu timnya yang mengagumi,” tulis Tom Williams di Bleacher Report.

“Lewy memiliki tubuh yang paling luar biasa, itu hanya otot murni. Ini mengejutkan para pemain lain di ruang ganti,” tutur mantan rekan setim Lewandowski di Dortmund, Nuri Sahin.

Pep Guardiola yang pernah melatihnya di Bayern pun dibuat kagum dengan kekuatan fisik Lewandowski. Terlebih menurutnya Lewandowski tidak hanya menjaga tubuhnya tapi juga disiplin dalam mengatur jadwal rutinitas hidupnya.

"Dia (Lewandowski) adalah pemain paling profesional yang pernah saya temui. Di kepalanya, dia berpikir tentang makanan yang tepat, tidur dan berlatih: 24 jam sehari. Dia selalu ada, tidak pernah cedera, karena dia fokus pada hal-hal ini,” tutur Guardiola pada 2016 silam.

“Dia selalu tahu apa yang penting untuk berada dalam kondisi terbaik. Tapi saya selalu sangat senang dengannya, sejak saat pertama."

Selain memanfaatkan fasilitas yang ada di pusat latihan Bayern, Lewandowski juga berlatih sendiri di rumah karena ia memiliki gym kecil di sana.

Robert Lewandowski

Selain itu pemain yang kontraknya berakhir pada 2023 itu juga memiliki resep sukses lainnya untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima: menyewa pelatih tidur.

"Ada dua atau tiga sesi saat kami (Lewandowski dan pelatih tidur) bertemu. Ini membahas beberapa detail tentang bagaimana saya bisa beregenerasi lebih baik,” ungkap Lewandowski di Bild.

“Misalnya, bahwa tidak ada sumber cahaya di dalam ruangan sama sekali. Kami bahkan membahas di posisi mana saya paling baik tidur.”

“Karena saya kidal dan kaki kanan saya lebih kuat, lebih baik bagi saya untuk tidur di sisi kiri saya. Saya mencoba mempraktikkannya, tetapi jelas sulit untuk mengimplementasikannya satu-satu.”

Dengan tubuh yang prima, fit bermain, plus kombinasi pengalaman dan kualitas bermain menjaga performa Robert Lewandowski tetap konsisten pada usia 31 tahun. Contoh tentunya bagi pesepak bola profesional yang masih muda.