BolaSkor.com - Paulo Fonseca memulai debutnya sebagai pelatih AS Roma dengan hasil imbang kontra Genoa lewat skor 3-3 di laga pertama Serie A 2019-20, Senin (26/08) dini hari WIB.

Pada laga ini, Roma memimpin pertandingan sebanyak tiga kali. Tapi Genoa yang dilatih eks allenatore Giallorossi, Aurelio Andreazzoli, sealu bisa menyamakan kedudukan.

Sebuah sinyal lini belakang rival sekota Lazio ini punya masalah besar. Menariknya Fonseca sendiri mengakui tim asuhannya bukan tim penganut gaya bertahan. Pelatih asal Portugal ini memang dikenal punya gaya bermain super menyerang.

Baca Juga:

Kalah dari Udinese di Laga Pembuka, Pelatih Milan: Ini Bakal Jadi Berita Heboh

Antonio Conte Percaya Diri Inter Milan Saingi Juventus

"Saya tidak pernah menyiapkan sebuah pertandingan dengan berkonsentrasi pada lini belakang. Saya ingin tim mendominasi dan selalu mengambil inisiatif terlebih dahulu," Paulo Fonseca menuturkan.

Meskipun begiu, eks pelatih Shakhtar Donetsk ini mengakui Roma masih butuh kekuatan tambahan di lini belakang. Utamanya untuk menambal kepergian Kostas Manolas ke Napoli jelang musim 2019-20.

Kapten Roma, Alessandro Florenzi
Kapten Roma, Alessandro Florenzi Dikejar Pemain Genoa (Twitter/AS Roma)

Selama bursa transfer musim panas, Roma sejatinya sudah merekrut dua bek tengah: Gianluca Mancini dan Mert Cetin. Tapi keduanya bahkan tidak masuk starter pada laga lawan Genoa.

Fonseca lebih senang menurunkan duet bek tengah: Federico Fazio-Juan Jesus. Juan Jesus sendiri melakukan kesalahan dengan melanggar Andrea Pinamonti sehingga Genoa mendapat hadiah tendangan penalti.

"Seperti yang pernah saya bilang, saya percaya dengan pemain yang tim miliki. Semua juga tahu, kami masih mencari bek tengah dan berharap sudah mendapatkannya sebelum bursa transfer ditutup," kata Fonseca.

"Tapi kami butuh sosok bek tengah yang bisa meningkatkan kualitas tim atau tidak sama sekali," lanjut pelatih berusia 46 tahun tersebut.*