BolaSkor.com - Romelu Lukaku bak menyesali keputusannya kembali ke Chelsea pada 2021 dengan mahar transfer mendekati 100 juta poundsterling. Itu bisa dilihat dengan kembalinya Lukaku ke Inter Milan.

Penyerang timnas Belgia kembali ke Inter dengan status pinjaman, tanpa opsi beli, dengan dana pinjaman delapan juta eurp plus bonus sebesar empat juta euro. Lukaku bahkan rela memangkas gajinya dari 12 juta euro menjadi delapan juta euro per musim yang sepenuhnya dibayar Inter.

Pemain berusia 29 tahun sedianya menjadi top skorer Chelsea dengan 15 gol serta dua assists dari 44 laga di seluruh kompetisi. Akan tapi Lukaku tak sepenuhnya bermain reguler, bahkan Thomas Tuchel lebih banyak memercayai Kai Havertz sebagai penyerang tengah - meski itu bukan posisi terbaiknya.

Baca Juga:

Here We Go, Transfer Aneh Romelu Lukaku Akan Terwujud

PSG Ngebet Datangkan Skriniar, Inter Beri Respons Tegas

Inter Milan Tunggu Restu Pemilik Klub untuk Pulangkan Romelu Lukaku

Itu pun melanjutkan kutukan pengguna nomor 9 Chelsea yang pada mulanya terjadi pada musim 1999-2000, kala dikenakan Chris Sutton yang hanya mencetak satu gol liga, padahal ia direkrut mahal sebesar 10 juta poundsterling dari Blackburn Rovers.

Siapa saja pengguna nomor kutukan itu di Chelsea setelahnya? Berikut ulasan lengkapnya:

1. Jimmy Floyd Hasselbaink (2000-2004)

Rekor pembelian Chelsea sebesar 15 juta poundsterling dari Atletico Madrid. Hasselbaink mencetak gol di laga debut, mencetak 26 gol di musim pertamanya di Chelsea, lalu 29 gol pada musim 2001-2002. Tidak buruk.

Namun di dua musim terakhir penampilannya bersama Chelsea jumlah golnya menurun drastis, pada akhirnya Hasselbaink dijual ke Middlesbrough pada 2004 dan menandai era terakhir Chelsea sebelum datang Roman Abramovich.

2. Mateja Kezman (2004-2005)

Musim 2004-2005 adalah sejarah bagi fans Chelsea, di mana kala itu mereka memenangi titel Premier League di bawah arahan Jose Mourinho serta beberapa rekrutan bintang. Salah satu yang datang adalah Mateja Kezmann.

Reputasinya kala membela PSV Eindhoven meyakinkan Chelsea untuk merekrutnya, tapi yang terjadi adalah ia hanya mencetak empat gol dari 25 laga dan kemudian dijual ke Atletico Madrid di akhir musim. Setelahnya penyerang asal Serbia bermain di banyak klub sebelum pensiun pada 2012 dengan South China.

3. Hernan Crespo (2005-2006)

Reputasinya di Italia lebih terkenal ketimbang di Inggris. Hernan Crespo datang mengenakan nomor 9 setelah Kezman. Crespo membantu Chelsea memenangi dua titel Premier League beruntun.

Akan tapi ia tak pernah nyaman bermain di Inggris dan keluarganya juga tak betah tinggal di Inggris. Crespo mencetak 13 gol di seluruh kompetisi, lalu dipinjamkan ke Inter Milan di musim berikutnya, dan pergi kala kontraknya habis.

4. Khalid Boulahrouz (2006-2007)

Momen ketika Chelsea 'menerobos arus' dan memberikan nomor yang identik dengan penyerang kepada bek tengah. Ya, kehormatan itu diberikan kepada bek tengah asal Belanda, Khalid Boulahrouz.

Boulahrouz diboyong dari Hamburg pada musim panas 2006, lalu setelah Crespo pergi ia memilih satu dari tiga nomor yang tersedia. Kombinasi cedera hingga inkonsistensi performa membuat pengguna nomor 9 ini jarang terlihat bermain, akhirnya Boulahrouz dijual ke Stuttgart setelah dipinjamkan ke Sevilla.

5. Fernando Torres (2011-2014)

Kejutan transfer Januari kala Chelsea merekrutnya sebesar 50 juta poundsterling dari Liverpool pada 2011. Kualitas Fernando Torres mencapai klimaks di Liverpool, tapi tidak saat membela Chelsea dari 2011 hingga 2014.

Kendati membantu Chelsea memenangi titel Liga Champions pada 2012 dan Liga Europa pada 2013, secara personal performa Torres menurun dalam urusan mencetak gol. Torres sempat tak mencetak gol dalam kurun waktu 903 menit setelah bergabung, serta kegagalannya mencetak gol kontra Manchester United pada September 2011.

6. Radamel Falcao (2015-2016)

Nama tenar juga tak menjamin gol tercipta. Chelsea, sudah melihat kegagalan besar Radamel Falcao kala dipinjam Man United pada medio 2014-2015, tapi tetap meminjamnya di musim berikutnya dari Monaco dan memberikannya nomor 9.

Alhasil, Falcao pun kembali menampilkan performa terburuk dengan satu gol dari 10 laga, kemudian di akhir musim dikembalikan ke Monaco.

7. Alvaro Morata (2017-2018)

Masalah mental dan psikologi jadi alasan buruknya performa Alvaro Morata di Chelsea. Padahal Chelsea tak murah merekrutnya sebesar 70 juta poundsterling dari Real Madrid, plus dikontrak lima tahun.

Morata tidak produktif mencetak gol, dipinjamkan setelah hanya bermain 18 bulan, lalu kembali pada musim 2019-2020 dan mengubah nomornya jadi 29. Cukup unik.

Selain nama-nama tersebut ada pengguna lainnya dari nomor kutukan 9 tersebut, yakni Steve Sidwell, Franco Di Santo, Gonzalo Higuain, dan Tammy Abraham.