BolaSkor.com - Romelu Lukaku menghiasi pemberitaan di bursa transfer musim panas 2022. Sorotan kepadanya cukup menarik, sebab Lukaku bak menyesali keputusannya meninggalkan Inter Milan dan kembali lagi ke sana.

Pada musim panas 2021 Lukaku kembali ke Chelsea yang membelinya sebesar 97,5 juta poundsterling, total mencapai 100 juta euro kesepakatan transfer. itu jadi periode kedua pemain asal Belgia membela The Blues.

Lukaku jadi top skorer Chelsea dengan 15 gol musim lalu dari 44 penampilan di seluruh kompetisi, tetapi secara menyeluruh tak banyak bermain dan Thomas Tuchel lebih banyak mencadangkannya, memainkan Kai Havertz sebagai penyerang tengah meski ia bukan penyerang murni.

Lukaku (29 tahun) pada akhirnya kembali ke Inter. Pasca negosiasi panjang di antara kedua tim, menurut laporan pakar transfer Fabrizio Romano, kesepakatannya adalah: delapan juta euro dana peminjaman, empat juta euro bonus, gaji dipotong dari 12 juta euro ke delapan juta, dan tidak ada opsi atau kewajiban bagi Inter membelinya.

Baca Juga:

Chelsea Segera Tentukan Harga Romelu Lukaku

PSG Ngebet Datangkan Skriniar, Inter Beri Respons Tegas

Here We Go, Transfer Aneh Romelu Lukaku Akan Terwujud

Sederhananya Inter hanya meminjam Lukaku dari Chelsea. Menilik drama Lukaku tersebut pandit sepak bola, Jamie O'Hara, menilai transfer Lukaku ke Chelsea di periode dua merupakan kegagalan transfer terparah dalam sejarah sepak bola Premier League.

"'Sungguh langkah yang mengejutkan. Mungkin rekrutan Premier League terburuk yang pernah ada, dia bahkan belum pernah berada di Chelsea selama setahun dan mereka membayar 100 juta poundsterling untuknya - konyol!" cetus O'Hara di Football Daily.

"Saya akan mempertahankannya (jika jadi Tuchel). Saya akan merangkulnya dan berkata "Kami membutuhkan Lukaku dalam kondisi terbaiknya, ini adalah era baru dengan orang-orang baru" dan Thomas Tuchel seharusnya melakukan yang lebih baik untuk membuatnya tetap di sisinya."

“Anda mendapatkan Reece James dan Ben Chilwell kembali musim ini, jadi dia adalah pemain yang akan sangat besar bagi mereka."

"Saya pikir pada akhirnya dia kehilangan kepercayaan dirinya, dia kehilangan kepercayaan, manajer kehilangan kepercayaan dan mereka memutuskan hubungan dan pindah," terang O'Hara.

Sejauh ini Chelsea lebih banyak melepaskan pemain ketimbang mendatangkannya. Kepergian Lukaku mengikuti jejak Antonio Rudiger dan Andreas Christensen.