BolaSkor.com - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah selesai digelar pada Senin (18/5). Pada rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan salah satunya ialah mundurnya empat petinggi PT LIB.

Keempatnya ialah Direktur Utama PT LIB, Cucu Somantri, Komisaris Utama Sonhadji, anggota Komisaris Hasani Abdulgani dan Hakim Putratama.

Kabar mundurunya Cucu Somantri sebenarnya sudah santer terdengar sejak diduga melakukan nepotisme. Di mana, ia memasukkan sang anak Pradana Aditya dalam struktur organisasi PT LIB sebagai General Manajer (GM).

Baca Juga:

Termasuk Pembahasan Nasib Liga 1 dan Liga 2, Ini 6 Agenda RUPS Luar Biasa PT LIB

Salah Satu Komisaris PT LIB Akan Mundur di RUPS Luar Biasa

Dengan adanya kabar tersebut, akhirnya tiga direksi PT LIB, Direktur Operasional Sudjarno, Direktur Bisnis Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan Anthony Chandra Kartawiria meminta RUPS Luar Biasa digelar dan disetujui oleh para pemegang saham.

“Pada RUPSLB ini, Dirut LIB menyampaikan pengunduran dirinya dan seluruh peserta rapat menyetujui,” kata Juni A. Rachman, perwakilan PSSI pada RUPS PT LIB dari rilis yang diterima oleh BolaSkor.com.

Juni menambahkan, terkait dengan penetapan Dirut dan Komisaris PT LIB pengganti, akan ditentukan pada RUPS Luar Biasa selanjutnya.

“Nanti akan kami sampaikan undangan RUPSLB berikutnya. Yang pasti setelah Lebaran ya,” kata Juni.

Cucu Somantri masuk sebagai Dirut PT LIB setelah ditunjuk pada RUPS PT LIB yang berlangsung pada Januari 2020 lalu. Ia dipilih lewat voting para anggota RUPS, sekaligus menggantikan Dirut PT LIB sebelumnya yang diduduki oleh Dirk Soplanit.

Semenjak Cucu memimpin, sebenarnya program yang dijalankan oleh PT LIB berjalan dengan baik. Dari mulai kompetisi yang berjalan sesuai dengan jadwal, sampai dengan subsidi tiap klub yang naik dari tahun sebelumnya.

Selain itu, Juni juga mengatakan pada RUPS Luar Biasa ini setiap direktur menyampaikan laporan pertanggungjawaban sesuai bidang masing-masing, yakni Direktur Operasional Sudjarno, Direktur Keuangan Anthony Chandra Kartawiria, dan Direktur Bisnis Rudy Kangdra.

“Pak Sudjarno misalnya, memaparkan empat hal, terkait pra kompetisi, pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2, riset dan data manajemen, serta rencana kelanjutan kompetisi pasca status tanggap darurat BNPB. Begitu pula dua anggota direksi lain,” pungkasnya.