BolaSkor.com - Pecinta sepak bola Eropa di generasi saat ini pasti sudah tidak asing lagi dengan persaingan dua "alien", Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, dalam merebutkan status pemain terbaik dunia yang disahihkan melalui penghargaan Ballon d'Or. Keduanya sama-sama telah mengoleksi lima Ballon d'Or.

Selama dua dekade terakhir Ronaldo dan Messi selalu jadi kandidat Ballon d'Or. Seiring penampilan hebat mereka bersama Real Madrid dan Barcelona. Pengecualian untuk Messi yang masih menanti titel besar pertamanya untuk Argentina, Ronaldo telah meraihnya dua tahun silam di ajang Euro 2016 bersama Timnas Portugal.

Ibarat rivalitas Sasuke Uchiha dengan Naruto Uzumaki, atau Vegeta dengan Son Goku, rivalitas Ronaldo dan Messi merupakan "orgasme" bagi pecinta sejati sepak bola Eropa. Messi terlahir dengan kejeniusan alamiah kala menguasai bola, dengan keputusannya untuk mendribel, menendangnya, atau memberi operan kepada rekan setim. Maka Ronaldo pekerja keras sejati, yang ingin mengimbangi kejeniusan Messi. Ronaldo belakangan bahkan menjalani transformasi peran, dari seorang penyerang sayap menjadi mesin pencetak gol ulung di lini depan.

Tidak ada yang menandingi keduanya. Nama-nama seperti Neymar, Eden Hazard, Antoine Griezmann, Paulo Dybala, Harry Kane, sama sekali tidak menyentuh level Ronaldo dan Messi saat ini. Peperangan keduanya terus terjadi sampai seorang Raja Mesir datang. Dia mengusik peperangan itu dan menjadi pihak ketiga. Siapa dia?