BolaSkor.com - Bek kanan Juventus, Danilo, cukup beruntung pernah dan sedang dilatih oleh pelatih-pelatih top Eropa yang mengusung sepak bola ofensif: Pep Guardiola dan Maurizio Sarri. Filosofi sepak bola yang diusung keduanya sama, namun, ada sedikit perbedaan.

Danilo, 28 tahun, dilatih oleh Guardiola pada periode 2017-2019 dan meraih dua titel Premier League, satu Piala FA, dan dua Piala Liga. Lalu di musim panas ini pindah ke Juventus sebagai bagian transfer Joao Cancelo ke City.

Bersama Il Bianconeri - julukan Juventus - Danilo dilatih oleh Maurizio Sarri, eks pelatih Napoli dan Chelsea. Pemain berpaspor Brasil itu mengaku beruntung pernah dilatih Guardiola dan tak lagi heran dengan metode kepelatihan Sarri.

Pep Guardiola dan Maurizio Sarri

"Sarri punya ide (bermain) modern, dia suka memainkan pertahanan garis tinggi dan dia ingin kami untuk terus mempertahankan bola (penguasaan bola)," terang Danilo, sebagaimana dilansir dari Dailymail.

"Terkait hal tersebut, itu bukan perubahan besar bagi saya dan saya sangat merasa nyaman dengan sempurna. Sarri dan Guardiola sangat mirip di berbagai hal, khususnya dalam pendekatan taktik dan pergerakan mereka yang sangat mendetail."

Keduanya mirip dari segi pendekatan permainan ofensif yang mengandalkan penguasaan bola, namun, Danilo juga melihat sedikit perbedaan dari cara taktik ofensif Guardiola bekerja di City dan juga Sarri di Juventus.

Guardiola lebih sistematis dengan detail mengenai pergerakan, aturan, dan berbagai hal lainnya untuk menunjang penguasaan bola City. Sementara Sarri lebih fleksibel karena tak melarang individu, dengan kemampuan bermain di atas rata-rata, untuk memaksimalkan potensinya.

"Mereka memelajari lawan dan pergerakan yang dibutuhkan untuk memprediksi setiap situasinya. Di City sangat mekanikal, bekerja di setiap langkah dan setiap incinya. Sementara Sarri, lebih elastis, memberikan kebebasan untuk individu," imbuh Danilo.

"Tapi, model mereka sama dan butuh waktu untuk membiasakan diri. Butuh dua tahun dengan Guardiola (Man City). Saya pikir Juventus ini, meski belum lama dengan mereka, tengah melakukan hal dengan baik dan ada di jalur yang benar," urai mantan pemain Porto dan Real Madrid tersebut.