BolaSkor.com - Cedera menjadi momok yang paling menakutkan bagi atlet cabang olahraga apapun. Proses penyembuhan yang lama hingga kemungkinan pensiun dini selalu menghantui.

Namun, di era modern, kekhawatiran para atlet sedikit teratasi dengan semakin majunya teknologi medis. Hal ini memungkinkan pengobatan cedera separah apapun bisa dilakukan tanpa menggangu karier sang atlet.

Mantan pemain Arsenal, Santi Cazorla, pernah mengalami cedera menakutkan yang hampir membuat kakinya diamputasi. Pada 2016, Cazorla mendapat cedera tendon Achilles yang tak kunjung sembuh.

Cedera tersebut bertambah parah dan menyebabkan infeksi, Cazorla nyaris kehilangan kakinya akibat hal tersebut. Namun, berkat teknologi medis yang semakin modern, cedera Cazorla bisa ditangani.

Baca Juga:

5 Kiper Paling Sibuk di Piala Asia 2019

Piala Asia 2019: Vietnam Jadi Kata yang Paling Banyak Dicari di Jepang

Solusinya, otot kanan Cazorla harus dipotong sepanjang delapan sentimeter. Setelah itu, bekas pemain asal Spanyol tersebut ditutupi dengan lapisan kulit dari lengannya yang bertato. Hasilnya, Cazorla bisa kembali ke lapangan hijau dan bermain sepak bola secara normal.

Secara medis kemungkinan amputasi bagi seorang atlet yang mengalami cedera memang tidak ada. Tindakan amputasi baru bisa dilakukan jika ada penyakit bawaan yang menyertai.

"Kalau secara struktur, cedera itu berhubungan dengan gerak seperti tulang otot dan ligaman. Cuma kalau untuk kasus amputasi pada kondisi cedera hampir tidak ada," ujar fisioterapis tim nasional sepak bola wanita Indonesia, Ayu Rahmayana, kepada BolaSkor.com.

"Apabila terjadi kerobekan otot yang besar biasanya dilakukan operasi penyambungan jaringan disebut autograft. Jikapun kalau ada tindakan amputasi pada kondisi cedera biasanya disertai dengan penyakit tertentu seperti diabetes atau kematian jaringan," sambungnya.

Setiap cedera yang terjadi pada atlet, Ayu menyebut ada beberapa tahap pemeriksaan khusus dan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, MRI bahkan laboratorium.

"Tidak ada cedera yang menyebabkan seseorang harus diamputasi kecuali ada penyakit penyerta yang dapat memperparah kondisi tersebut," tutur Ayu.

Cedera serupa yang menimpa Santi Cazorla juga pernah dialami pebasket NBA, Shaun Livingston. Saat umur 21, Livingston mengalami cedera lutut yang membuatnya hampir kehilangan kaki. Namun, setelah menjalani perawatan intensif, Livingston tak jadi kehilangan kaki, ia justru berhasil bangkit dan merebut gelar juara NBA bersama Golden State Warriors.*