BolaSkor.com - Sosok Jose Mourinho mungkin sangat dicintai suporter Inter Milan karena mampu mempersembahkan treble winners pada musim 2009-2010. Namun siapa sangka jika sebelum hal itu terjadi, pelatih berkebangsaan Portugal tersebut lebih dulu berkhianat kepada Nerazzurri.

Musim 2009-2010 merupakan era kejayaan Inter. Bersama Mourinho, mereka mampu menjuarai Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions.

Hingga saat ini, Inter menjadi satu-satunya klub Italia yang mampu melakukan hal tersebut. Sayangnya pada musim berikutnya, Mourinho memilih hengkang ke Real Madrid.

Kepindahan inilah yang dianggap sebagai sebuah pengkhianatan. Mantan presiden Inter, Massimo Moratti mengklaim Mourinho sudah menjalin kesepakatan dengan Madrid sebelum musim 2009-2010 berakhir.

Baca Juga:

Inter Milan Rombak Besar-besaran Komposisi Penyerang

Soal Scudetto, Dejan Stankovic: Inter Milan atau Lazio Sama Saja

Enggan Menyerah Kejar Lautaro Martinez, Barcelona Siap Berikan Bek Manchester City

"Jika saya melihat ke belakang sekarang, apa yang Mou lakukan itu mengerikan. Namun kami tetap berhubungan dengan baik," kata Moratti kepada La Stampa.

"Saya tahu jika (saat itu) ikut campur maka akan meningkatkan ketegangan. Jadi saya tetap diam, meskipun tahu apa yang sedang terjadi."

Jose Mourinho dan Massimo Moratti

Kepindahan Mourinho dari Inter saat itu memang cukup mengejutkan. Apalagi ia memiliki hubungan yang erat dengan para pemainnya.

Menariknya, Moratti merasa apa yang dilakukan Mourinho itu adalah sebuah karma baginya. Ia ternyata juga melakukan hal serupa saat menyingkirkan Roberto Mancini dari kursi pelatih.

“Kami memenangkan Scudetto (2007-2008) melawan Parma dengan Mancini di bangku cadangan. Namun saat itu saya sudah mengontrak Mourinho dan tidak tahu bagaimana keluar dari situasi tersebut," tambahnya.

"Setelah itu, pada Piala Dunia Antarklub di Abu Dhabi, (Rafael) Benitez memberi tahu kami bahwa dia ingin pergi. Katakan saja Inter selalu menemukan cara untuk mempersulit situasi positif."

Sejak ditinggal Mourinho, Inter gagal mengulangi prestasi tersebut. Moratti kemudian juga lengser pada akhir tahun 2013 seiring akuisisi yang dilakukan pengusaha Indonesia, Erick Thohir.