BolaSkor.com - 28 tahun perjalanan Louis van Gaal dalam dunia sepak bola profesional Eropa telah berakhir. Melalui siaran televisi Belanda, VTBL, pelatih berusia 67 tahun memutuskan pensiun.

"Saya pensiunan sekarang. Saya tidak punya ambisi untuk menjadi direktur teknik atau pandit televisi. Istri saya, Truss, melepaskan pekerjaannya demi saya 22 tahun lalu dan terus mengikuti saya ketika saya pergi ke luar negeri," ucap Van Gaal bercerita.

"Saya memberitahunya saya akan berhenti melatih ketika saya berusia 55 tahun, tapi malah saya terus melanjutkannya hingga usia 65 tahun. Dia layak mendapatkan hidup dengan saya di luar sepak bola. Saya dapat katakan dia sangat bahagia. Saya sempat berpikir bisa bekerja sebagai direktur teknik."

Baca Juga:

Louis van Gaal Pensiun setelah 28 Tahun Bergelut di Dunia Sepak Bola Profesional

Louis van Gaal Masih Disalahkan Atas Kesulitan Jose Mourinho di Man United

Louis Van Gaal Putuskan Pensiun dari Dunia Kepelatihan

Van Gaal memainkan 899 laga dan meraih 20 trofi dalam kurun waktu dua dekade lebih. Perjalanannya dimulai dari Ajax Amsterdam (1991-1997), Barcelona (1997-2000 dan 2002-03), timnas Belanda (2000-01 dan 2012-2014), AZ Alkmaar (2005-2009), Bayern Munchen (2009-2011), hingga terakhir melatih Manchester United (2014-2016).

Lelaki kelahiran Amsterdam, Belanda, 8 Agustus 1951 juga dikenal dengan julukan Iron Tulip karena metode kepelatihannya yang keras dan disiplin. Kendati demikian, di balik kegalakannya itu, Van Gaal juga memiliki catatan bagus soal mempromosikan pemain muda dari akademi ke tim utama.

Sederet pemain telah diorbitkannya ke tim utama klub-klub yang pernah dilatihnya. Beberapa masih pensiun dan sebagian laginya masih bermain sampai saat ini. Siapa saja?

1. Patrick Kluivert

Patrick Kluivert dan Louis van Gaal

Penyerang asal Belanda diberikan debut oleh Van Gaal pada musim 1994-95 di Ajax Amsterdam. Patrick Kluivert dikenal dengan kemampuannya yang komplit pada posisi penyerang: oportunis, punya teknik bagus, kecepatan, dan tangguh dalam duel bola udara.

Momen keajayaan Kluivert di Ajax tercipta kala ia mencetak gol penentu kemenangan di final Liga Champions 1995 melawan AC Milan. Gol Kluivert jadi satu-satunya gol yang tercipta di final yang berlangsung di Vienna, Austria.

Kluivert, yang kini menjadi asisten pelatih timnas Kamerun, mencetak 50 gol untuk Ajax sebelum pindah ke Milan, dan kemudian bermain dengan Barcelona pada 1998.

Bersama Barcelona itulah Kluivert berada dalam kondisi prima dan mencetak 120 gol dalam kurun waktu enam tahun bermain di sana. Kluivert punya anak yang saat ini bermain di AS Roma, Justin Kluivert.

2. Edgar Davids

Louis van Gaal dan Edgar Davids (tengah-kanan)

Dijuluki Pitbull oleh Van Gaal karena kengototannya bermain di lini tengah, kemampuannya menjaga lawan, serta melakukan tekel keras kepada lawan. Edgar Davids dipromosikan oleh Van Gaal pada musim 1991-92.

Awalnya, David berposisi sebagai penyerang sayap, namun Van Gaal mengonversinya jadi gelandang tengah. Transformasi itu memberikan berkah, karena Davids jadi salah satu pemain ikonik di posisi tersebut.

Pemain yang identik dengan kacamata dan rambut gimbal ketika bermain itu pernah memperkuat sejumlah klub di Eropa: Ajax, Milan, Juventus, Barcelona, Inter Milan, Tottenham Hotspur, Crystal Palace, dan Barnet. Kini, Davids tidak sedang menjalani aktivitas tertentu selepas melatih Barnet di tahun 2014.

3. Clarence Seedorf

Louis van Gaal dan Clarence Seedorf

Lelaki kelahiran Paramaribo, Suriname, 1 April 1976 menjadi pemain termuda sepanjang sejarah Eredivisie yang menjalani debut pada usia 16 tahun 244 hari. Clarence Seedorf dipromosikan oleh Van Gaal di Ajax pada tahun 1992.

Seedorf dapat mengisi segala posisi bermain di lini tengah. Kemampuannya dalam membaca permainan, berada di posisi yang tepat, masih jadi yang terbaik di dunia. Era kejayaan Seedorf terjadi kala memperkuat Ajax, Real Madrid, dan Milan - meski sempat bermain untuk Inter Milan.

Nama Seedorf masih dikenang sebagai salah satu tim impian terbaik Ajax pada medio 90-an. Kini, Seedorf tengah fokus menggeluti dunia kepelatihan dengan melatih timnas Kamerun, setelah sebelumnya membesut Milan, Shenzhen, dan Deportivo La Coruna.