BolaSkor.com - Palu pemecatan itu pada akhirnya menghampiri pelatih asal Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer. Manchester United telah resmi memecat manajer yang sudah menangani tim sejak Desember 2018 tersebut.

"Manchester United mengumumkan bahwa Ole Gunnar Solskjaer telah meninggalkan perannya sebagai manajer," begitulah pernyataan di situs resmi Man United.

"Ole akan selalu menjadi legenda di Manchester United dan dengan menyesal kami telah mencapai keputusan sulit ini."

"Sementara beberapa minggu terakhir mengecewakan, mereka seharusnya tidak mengaburkan semua pekerjaan yang telah dia lakukan selama tiga tahun terakhir untuk membangun kembali fondasi untuk kesuksesan jangka panjang."

Baca Juga:

Manchester United Resmi Pecat Solskjaer, Tunjuk Michael Carrick sebagai Pengganti

Akhirnya, Kesabaran Manchester United untuk Ole Gunnar Solskjaer Habis

Watford 4-1 Manchester United: Setan Merah Ulangi Catatan Buruk 32 Tahun Silam

Ole Gunnar Solskjaer

"Ole pergi dengan ucapan terima kasih kami yang tulus atas usahanya yang tak kenal lelah sebagai manajer dan harapan terbaik kami untuk masa depan."

"Tempatnya dalam sejarah klub akan selalu aman, tidak hanya untuk kisahnya sebagai pemain, tetapi sebagai pria hebat dan manajer yang memberi kami banyak momen hebat. Dia akan selamanya diterima kembali di Old Trafford sebagai bagian dari keluarga Manchester United," tambah pernyataan tersebut.

Pemecatan itu hadir menyusul kekalahan telak tak terduga dengan skor 1-4 di Vicarage Road, markas Watford dalam lanjutan laga Premier League, Sabtu (20/11) malam WIB. Kekalahan itu menjadi klimaks.

Pasalnya di dua laga Premier League sebelumnya United juga kalah melawan Liverpool (0-5) dan menghadapi Manchester City (0-2). Dari ketiga laga itu United tak terlihat bermain kolektif dan mudah diekspos lawan.

United menunjuk Michael Carrick, asisten pelatih Solskjaer sebagai manajer utama untuk sementara waktu selagi klub mencari manajer interim yang akan ditunjuk melatih hingga akhir musim.

Solskjaer sudah melatih United sejak Desember 2018 menggantikan Jose Mourinho. Dia jadi manajer keempat pasca era Sir Alex Ferguson yang dipecat United. Lantas, apa saja statistik Solskjaer selama membesut United?

Perbandingan dengan Pendahulu

Dengan dipecatnya Solskjaer maka laga melawan Watford jadi yang terakhir pada angka 168 laga memimpin tim. Total, United memenangi 91 laga, imbang 37 kali, dan kalah 40 kali di bawah asuhan Solskjaer.

Secara garis besar rata-rata kemenangan Solskjaer sebagai manajer United ada pada persentase 54 persen, menempatkannya di urutan dua di antara David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho.

Mourinho memenanginya dengan catatan persentase 58 persen kemenangan, sementara Moyes dengan 53 persen dan 52 persen milik Van Gaal.

Detailnya adalah Solskjaer 168 laga, 91 kemenangan, 37 imbang, 40 kekalahan, 308 mencetak gol, kebobolan 183 gol, persentase kemenangan 54 persen. Lalu Mourinho dengan 144 laga, 84 kemenangan, 32 imbang, 28 kekalahan, 244 mencetak gol, kebobolan 121 gol, persentase kemenangan 58 persen.

David Moyes dan Ole Gunnar Solskjaer

Dilanjut Moyes dengan dengan 51 laga, 27 kemenangan, sembilan imbang, 15 kekalahan, 86 mencetak gol, kebobolan 54 gol, persentase kemenangan 53 persen. Terakhir Van Gaal dengan 103 laga, 54 kemenangan, 25 imbang, 24 kekalahan, 158 mencetak gol, kebobolan 98 gol, persentase kemenangan 52 persen.

Sementara melawan enam besar Premier League seperti Liverpool, Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Man City Van Gaal punya catatan yang lebih baik dengan persentase kemenangan 43 persen.

Catatan lengkapnya Van Gaal dengan 23 laga, 10 kemenangan, tujuh hasil imbang, enam kekalahan, 28 mencetak gol, kebobolan 23 gol, persentase kemenangan 43 persen. Lalu Solskjaer dengan 36 laga, 14 kemenangan, 10 hasil imbang, 12 kekalahan, 41 mencetak gol, kebobolan 45 gol, persentase kemenangan 39 persen.

Kemudian ada Mourinho dengan 29 laga, 10 kemenangan, tujuh hasil imbang, 12 kekalahan, 30 mencetak gol, kebobolan 39 gol, persentase kemenangan 34 persen. Dan terakhir adalah Moyes dengan 11 laga, dua kemenangan, tiga hasil imbang, enam kekalahan, tujuh mencetak gol, kebobolan 18 gol, persentase kemenangan 18 persen.

United diharapkan kembali jadi penantang titel liga setelah klub menunjuk Solskjaer sebagai manajer, dari sebelumnya manajer interim. Pada akhirnya di klasemen mini yang dibuat Sky Sports, United era Solskjaer hanya berada di empat besar di antara enam besar Premier League.

Belanja Transfer

Dihitung pada era Premier League, United arahan Solskjaer sudah menghabiskan dana 312 juta poundsterling pada bursa transfer pemain. Diikuti Arsenal (279 juta poundsterling), Aston Villa (244 juta poundsterling), dan Tottenham Hotspur (207 juta poundsterling).

Dana belanja United itu bahkan melebihi Man City dan Liverpool jika dikombinasi sebesar 196 juta poundsterling. Selepas era Ferguson United menghabiskan total 1,25 miliar poundsterling untuk merekrut pemain.

Ole Gunnar Solskjaer dan Jadon Sancho

Solskjaer dimanjakan dengan 13 rekrutan anyar sebesar 441 juta poundsterling, diikuti 12 rekrutan Mourinho (430 juta poundsterling, 13 rekrutan Van Gaal (309 juta poundsterling), dan dua rekrutan Moyes (69 juta poundsterling).

Transfer mahal di era Solskjaer meliputi Jadon Sancho (73 juta poundsterling), Bruno Fernandes (67 juta poundsterling), Harry Maguire (80 juta poundsterling), dan Aaron Wan-Bissaka (50 juta poundsterling).

Dengan dana transfer tersebut serta pemain-pemain berkualitas, Solskjaer tak dapat memberikan trofi untuk United. Sementara Mourinho memberikan titel Liga Europa dan Piala Liga dengan dua pemain termahalnya, Paul Pogba dan Romelu Lukaku.