BolaSkor.com - Test rider Yamaha Jorge Lorenzo mengungkapkan jika motor YZR-M1 pabrikan asal Jepang itu tak banyak mengalami perubahan sejak ditinggalkannya empat tahun lalu.

Lorenzo terakhir kali menunggangi mesin Yamaha sebagai pembalap ofisial pada 2016 dan mempersembahkan mereka gelar juara dunia, mematahkan dominasi Honda dan Marc Marquez.

"Ketika menjadi pembalap ofisial Yamaha prioritas saya adalah untuk memenangi kejuaraan. Sekarang saya memiliki peran yang benar-benar berbeda. Saat ini tujuan saya adalah agar para pembalap Yamaha memenangi kejuaraan," kata Lorenzo dalam wawancara virtual di laman resmi MotoGP.

Baca Juga:

Marc dan Alex Marquez Mulai Berlatih Kembali di Sirkuit

Jorge Lorenzo Ungkap Kunci Rahasia Kalahkan Marc Marquez

"Yamaha selama empat tahun ini tak banyak berubah. Di satu sisi itu positif, tapi di sisi lain itu juga negatif," papar Lorenzo soal motor Yamaha.

"Positif karena itu adalah motor yang hebat yang saya pakai untuk merebut gelar juara. Tapi hal buruknya setelah empat tahun motor tak banyak berubah," kata dia lagi.

Lorenzo memutuskan pindah ke Ducati selama dua musim dan memperkuat Honda tahun lalu sebelum menyatakan pensiun di akhir musim.

Kini sang juara dunia MotoGP tiga kali itu, dengan peran barunya, membantu pengembangan motor Yamaha dan sempat menjajal motor versi 2019 dan 2020 di tes pramusim Sepang dan Qatar.

Lorenzo mengamati jika Yamaha memiliki masalah di sejumlah area seperti pengereman dan tenaga.

"Mesinnya tak terlalu meningkat. Saya membandingkan telemetri dengan motor yang dipakai pada 2016, tak terlalu berbeda."

"Jadi pada 2018 saya rasa terlalu banyak perbedaan antara Ducati, yang kala itu tercepat, dengan Honda, yang tak jauh di belakang, tapi memiliki performa mirip dengan Yamaha."

"Tapi saya rasa Yamaha lebih banyak peningkatan dengan motor 2020 dalam hal tenaga. Itu hal baik tapi motor ini kurang lebih mirip dengan empat tahun lalu," Lorenzo menjelaskan.

Musim balapan MotoGP 2020 terpaksa tertunda karena krisis kesehatan global, penyelenggara berharap bisa memulai musim kompetisi pada Juli nanti di Jerez, Spanyol, meski tanpa penonton.