BolaSkor.com - Faktor sejarah ternyata ikut mendorong PS TNI memilih Bantul sebagai homebase di Liga 1 2018. Adalah perjuangan Jenderal Soedirman beserta pasukan gerilyanya yang jadi salah satu pertimbangan.

Jenderal Soedirman memimpin pasukannya dari Yogyakarta hingga wilayah Jawa Timur pada masa penjajahan Belanda. Bantul yang merupakan salah satu kabupaten di Yogyakarta pernah dilewati Jenderal Besar tersebut beserta pasukan gerilyannya saat berjuang melawan penjajah.

Hal itu diungkapkan oleh pembina PS TNI, Letjen TNI Dodik Wijanarko. Yogyakarta, termasuk Bantul dijelaskan menjadi awal mula lahirnya tentara di Indonesia.

"Yogyakarta menjadi tempat dan cikal bakal terbentuknya TNI. Dulu Panglima Besar Jenderal Soedirman berperang gerilya juga melewati Bantul," katanya

Dodik menambahkan bahwa status Yogyakarta sebagai daerah istimewa juga menjadi pertimbangan. Sebagai daerah istimewa, ia merasa bahwa Yogyakarta harusnya memiliki tim yang berlaga di Liga 1.

Klub-klub Yogyakarta seperti PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, hanya akan bermain di Liga 2. Adapun Persiba Bantul bermain di Liga 3.

"Yogyakarta adalah daerah dengan status istimewa, jadi sudah selayaknya ada tim sepak bola dari Liga 1 yang bermarkas di sini. Karena akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Bantul," lanjutnya.

"Yang pasti kami sudah berkonsultasi dengan sejumlah pihak sebelum menyepakati menjadikan Stadion Sultan Agung sebagai homebase baru PS TNI," tutupnya.

Pindahnya PS TNI ke Bantul dibarengi perubahan nama. Untuk ke depan PS TNI menggunakan PS TIRA (Tentara Rakyat) Bantul sebagai nama klub. Manahati Lestusen dkk. rencananya akan dibawa ke Bantul setelah menjalani Piala Presiden 2018. (Laporan Kontributor Prima Pribadi/Yogyakarta)